Dampak Negatif Program Tayangan Media Televisi Terhadap Pola Hubungan Remaja dengan Orang Tua (Studi Kasus Pada Masyarakat di Dukuh Ngijo, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali)

Laili Dwi Pramuwati, 2006 (2006) Dampak Negatif Program Tayangan Media Televisi Terhadap Pola Hubungan Remaja dengan Orang Tua (Studi Kasus Pada Masyarakat di Dukuh Ngijo, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Dampak Negatif Program Tayangan Media Televisi Terhadap Pola Hubungan Remaja dengan Orang Tua (Studi Kasus Pada Masyarakat di Dukuh Ngijo, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali)) - Published Version
Download (89Kb)

    Abstract

    Pramuwati, Laili Dwi. Dampak Negatif Program Tayangan Media Televisi Terhadap Pola Hubungan Remaja dengan Orang Tua (Studi Kasus Pada Masyarakat di Dukuh Ngijo, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali). Sarjana Pendidikan. Jurusan Sosiologi dan Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Drs. Juhadi M.Si. Dra.Triwati Arsal M.Si. 138 hal. Kata Kunci: Media Televisi, Pola Hubungan Remaja dan Orang Tua. Program tayangan media televisi yang sangat beragam dan membawa banyak nilai-nilai asing yang sering tidak sesuai dengan budaya masyarakat Jawa membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat dalam hal ini terhadap pola hubungan remaja dengan orang tua. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana pola hubungan remaja dengan orang tua, (2) Bagaimana dampak negatif program tayangan media televisi terhadap pola hubungan remaja dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pola hubungan remaja dengan orang tua, (2) untuk mengetahui dampak negatif program tayangan media televisi terhadap pola hubungan remaja dengan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian difokuskan pada: (1) Berbagai jenis program tayangan media televisi yang disukai atau sering ditonton oleh remaja maupun orang tua, (2) pandangan remaja dan orang tua terhadap isi atau pesan yang disampaikan oleh media televisi melalui berbagai program tayangannya (3) pola hubungan remaja dengan orang tua yang meliputi hubungan secara ritual dan hubungan dalam kehidupan sehari-hari, (4) dampak negatif program tayangan media televisi terhadap pola hubungan anak dengan orang tua. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang terdiri dari remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat seperti guru; foto-foto mengenai interaksi orang tua dan remaja saat menonton televisi; serta kenyataan yang diamati. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan terlibat (observasi partisipatory) dengan jalan peneliti ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan subjek yang diteliti yaitu menonton televisi bersama, metode wawancara mendalam (indeepth interview) yaitu peneliti berusaha menggali informasi secara mendalam melalui percakapan yang santai dengan subjek penelitian saat menonton televisi bersama, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media televisi dengan berbagai program tayangannya merupakan alat/sarana yang mempercepat perubahan budaya termasuk budaya (etika) dalam pola hubungan anak (remaja) dengan orang tua. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh tayangan media televisi seperti tayangan-tayangan sinetron remaja terhadap pola hubungan anak (remaja) dengan orang tua di Dukuh Ngijo adalah peniruan remaja terhadap perilaku maupun mode yang ditampilkan dalam kehidupan remaja perkotaan di televisi seperti berkata kasar kepada orang tua, bebas mengekspresikan keinginan yang melanggar norma tanpa menghiraukan pandangan masyarakat sekitar, dan peniruan terhadap mode-mode ”Barat” yang tidak sesuai; menjadi terganggunya peran orang tua dalam menyampaikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat kepada anak karena media televisi juga menyampaikan banyak nilai-nilai baru kepada remaja di mana orang tua sering tidak mengetahuinya; serta melunturnya sikap hormat dan patuh anak terhadap orang tua. Saran yang diajukan pada masyarakat yaitu orang tua harus selalu berusaha menanamkan nilai-nilai pribadi Jawa yang luhur seperti sikap hormat, unggah-ungguh, dan sopan santun kepada anak (remaja) dengan jalan dibiasakan dalam perilaku sehari-hari sejak kecil. Selain itu, orang tua harus membekali anak dengan nilai-nilai agama lebih intensif lagi agar anak (remaja) mengetahui pedoman nilai baik dan buruk yang jelas sehingga tidak mudah terseret ke dalam arus globalisasi. Sekolah mampu mengukuhkan pribadi anak (remaja) agar tidak mudah terseret arus globalisasi yang tidak jelas melalui berbagai mata pelajaran tentang sikap dan perilaku. Bagi pengelola media televisi hendaknya tidak memikirkan keuntungan semata tetapi juga harus memperhatikan jenis program-program yang akan ditayangkan sehingga mampu menayangkan program acara yang berkualitas serta mendukung budaya luhur bangsa.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Media Televisi, Pola Hubungan Remaja dan Orang Tua.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    H Social Sciences > HM Sociology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 26 Sep 2011 22:09
    Last Modified: 26 Sep 2011 22:09

    Actions (login required)

    View Item