DISTRIBUSI SPASIAL AREA TERBAKAR PADA HUTAN DAN LAHAN BERBASIS CITRA RADAR SENTINEL-1 DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN TAHUN 2015-2019


Dani Ramadhan, 3211416030 (2021) DISTRIBUSI SPASIAL AREA TERBAKAR PADA HUTAN DAN LAHAN BERBASIS CITRA RADAR SENTINEL-1 DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN TAHUN 2015-2019. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Skripsi_Dani Ramadhan_3211416030 - Dani Ramadhan.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Iklim secara langsung berpengaruh pada survival makhluk hidup. Perubahan iklim akan mengakibatkan pemanasan global yang menimbulkan anomali iklim, salah satunya fenomena ENSO yang memicu kebakaran hutan dan lahan. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami kebakaran terparah di Provinsi Sumatera Selatan dari data hotspot tahun 2019 periode bulan juli hingga november. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui pengaruh tingkat kejadian presipitasi terhadap jumlah hotspot dan tingkat kejadian kebakaran hutan dan lahan selama tahun 2015,2017, dan 2019. (2)Menganalisis trend kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir selama tahun 2015,2017, dan 2019. (3)Mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir selama tahun 2015, 2017, dan 2019. Metode pengumpulan data dengan intepretasi citra satelit, studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan penelitian Projo Danoedoro tahun 2015 dengan total 194 sampel. Data hotspot diperoleh dari website LAPAN. Pengolahan curah hujan menggunakan data CHIRPS yang diperoleh dari pengolahan Google Earth Engine. Pengolahan data suhu permukaan lahan dari proses ekstraksi band termal citra Landsat 8 dengan algoritma dari USGS. Pengolahan data penutup lahan diperoleh dari klasifikasi metode supervised-maximum likehood. Teknik analisis data menggunakan analisis uji akurasi dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan akumulasi hotspot paling tinggi terjadi tahun 2015 dan 2019 dengan puncak pada bulan Oktober. Suhu permukaan mengalami peningkatan signifikan tahun 2015 dan 2019 saat pre fire menuju post fire. tingkat akurasi area KARHUTLA pengolahan Citra Sentinel 1 sebesar 60% berdasarkan hasil overlay titik pemadaman api. pola perubahan penutup lahan signifikan terjadi pada penutup lahan vegetasi, lahan terbuka, dan terbangung yang dipengaruhi akibat terjadinya KARHUTLA berdasarkan time series tahun 2015, 2017, dan 2019. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah (1) Hasil pengolahan data hotspot tahun 2015, 2017, dan 2019 dapat diketahui bahwa terdapat kemiripan pola yang terjadi pada tahun 2015 dan 2019, hal tersebut terjadi karena pada tahun tersebut terjadi fenomena ENSO yang menyebabkan tingkat akumulasi hotspot tinggi. Saran penelitian ini yaitu Pengolahan data penutup lahan dan analisis penutup lahan lebih baik dilakukan setiap tahun dan memfokuskan area penelitian agar lebih intens dalam melakukan pengamatan dan analisis dampak KARHUTLA.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Citra Satelit, KARHUTLA, Hotspot, Area Terbakar
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
L Education > Special Education > Geography Education
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 13 Sep 2021 06:20
Last Modified: 13 Sep 2021 06:20
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/46162

Actions (login required)

View Item View Item