PENGETAHUAN DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA MRANGGEN KECAMATAN SRUMBUNG TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI MELALUI PROGRAMSISTER VILLAGE


Aditya Pribadi, 3201413084 (2020) PENGETAHUAN DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA MRANGGEN KECAMATAN SRUMBUNG TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI MELALUI PROGRAMSISTER VILLAGE. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of skripsi full - Aditya Pribadi.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Desa Mranggen yang berada di Kecamatan Srumbung adalah salah satu desa yang menjadi pengguna metode Sister Village. Sister Village merupakan program yang dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Desa Mranggen mengenai mitigasi bencana dan sisiter village, menganalisis kendala masyarakat Desa Mranggen dalam menjalankan mitigasi bencana, dan menganalisis pola dan persebaran masyarakat Desa Mranggen dalam mengungsi. Lokasi penelitian diambil berdasarkan purposive sampling karena Desa Mranggen menjadi salah satu desa yang menggunakan program “sister village”. Lokasi penelitian diambil dua dusun yaitu Mranggensari dan Salamsari. Populasi penelitian yaitu seluruh kepala keluarga di Dusun Mranggensari dan Dusun Salamsari sebanyak 315 jiwa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik proportional random sampling dengan rumus slovin sebesar 78 jiwa. Dusun Mranggensari sebanyak 37 jiwa dan Salamsari sebanyak 41 jiwa. Variabel dalam penelitian meliputi pengetahuan, kesiapsiagaan, kendala, dan pola persebaran. Metode pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan frekuensi presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan Desa Mranggen masuk dalam kategori sedang dengan jumlah 64% yang artinya masyarakat masih belum menguasai betul tentang mitigasi bencana program sister village. Pengetahuan masyarakat tersebut dibagi kedalam pengertian 77%, pemahaman 58%, penerapan 61% dan sumber informasi 68%. Salah satu kendala dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah masyarakat masih memiliki pemikiran apabila dilaksanakan pelatihan maka akan terjadi erupsi setelahnya. Kesiapsiagaan masyarakat Desa Mranggen memiliki persentase sebesar 79% yang artinya masyarakat sering mengikuti kegiatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana erupsi Gunung Merapidan mempersiapkan diri dan keluarganya. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat Desa Mranggen yaitu terbatasnya pasokan air, kekurangan fasilitas MCK, kurangnya tempat untuk hewan ternak, dan lain sebagainya. Jalur evakuasi dibagi menjadi dua yaitu jalan Jurangrejo di sebelah selatan dan jalan Karangmulyo di sebelah utara. Saran untuk masyarakat yaitu perlunya ditingkatkan kembali kesadaran akan pentingnya mengikuti pelatihan atau sosialisasi dari pemeritah ataupun organisasi mitigasi bencana untuk meningkatkan atau memperbaharui informasi dan pengetahuan mengenai Gunung Merapi. Berkaitan dengan kesiapsiagaan, tidak semua masyarakat di Desa Mranggen memiliki alat komunikasi handphone, untuk itu diperlukan kesadaran gotongroyong untuk saling mengingatkan atau berbagi informasi agar setiap masyarakat dapat waspada. Daerah tertuju (penampung) diharapkan dapat menambahkan fasilitas MCK bagi pengungsi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Mitigasi Bencana, Sister Village
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 09 Sep 2021 02:48
Last Modified: 09 Sep 2021 02:48
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/45817

Actions (login required)

View Item View Item