Perbandingan Kekuatan Tarik (Tensile Strenght) Akibat Variasi Katalis Pada Proses Carburizing Baja St 40


Yusronnul Arifien, 2007 (2007) Perbandingan Kekuatan Tarik (Tensile Strenght) Akibat Variasi Katalis Pada Proses Carburizing Baja St 40. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Perbandingan Kekuatan Tarik (Tensile Strenght) Akibat Variasi Katalis Pada Proses Carburizing Baja St 40]
Preview
PDF (Perbandingan Kekuatan Tarik (Tensile Strenght) Akibat Variasi Katalis Pada Proses Carburizing Baja St 40) - Published Version
Download (21kB) | Preview

Abstract

Yusronnul Arifien, 2007. Perbandingan Kekuatan Tarik (Tensile Strenght) Akibat Variasi Katalis Pada Proses Carburizing Baja St 40. Skripsi, Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Karbonisasi (carburizing) adalah proses memanaskan bahan sampai diatas suhu kritis yaitu 900 0C – 950 0C dalam lingkungan yang menyerahkan karbon, lalu dibiarkan beberapa lamanya pada suhu tersebut dan kemudian didinginkan. Tujuan dari karbonisasi adalah untuk memberikan lapisan luar pada benda kerja yang dapat disepuh keras. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ada dua yaitu yang pertama, adakah perbedaan kekuatan tarik akibat variasi katalis karbonisasi pada proses carburizing. Yang kedua, adakah perubahan struktur mikro baja St 40 akibat variasi katalis karbonisasi pada proses carburizing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kekuatan tarik baja St 40 akibat variasi katalis pada proses carburizing dan untuk mengetahui perubahan struktur mikro baja St 40 akibat variasi katalis pada proses carburizing. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah St 40 yang dibentuk sesuai dengan aturan JIS Hand Book 1981 test piece no 10. Jumlah spesimen ada 12, dengan perincian 3 spesimen untuk masing-masing kelompok perlakuan. Bahan yang digunakan dalam proses karbonisasi ini adalah campuran serbuk arang kayu jati dan katalis (energizer) yaitu barium karbonat, kalium karbonat dan natrium karbonat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi deskriptif yaitu mengamati secara langsung dan mencatat dari hasil pengujian tarik. Dari analisis data dapat diketahui bahwa hasil kekuatan tarik raw material sebesar 65,83 kg/mm2, carburizing dengan katalis barium karbonat sebesar 69,93 kg/mm2, carburizing dengan katalis kalium karbonat sebesar 71,97 kg/mm2, carburizing dengan katalis natrium karbonat sebesar 73,9 kg/mm2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah katalis natrium karbonat dapat meningkatkan kekuatan tarik terbesar pada proses carburizing baja St 40 dibandingkan dengan katalis barium karbonat dan kalium karbonat. Sedangkan pada struktur mikronya dapat dilihat bahwa spesimen yang menggunakan katalis natrium karbonat terlihat dalam foto mikro struktur perlitnya lebih banyak dibandingkan dengan katalis barium karbonat dan kalium karbonat. Saran kepada pihak pengusaha, praktisi dan para peneliti dalam melakukan proses carburizing dengan media arang kayu, katalis terbaik dalam meningkatkan kekuatan tarik baja St 40 pada proses carburizing dengan suhu 950 0C adalah natrium karbonat.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 26 Sep 2011 01:14
Last Modified: 26 Sep 2011 01:14
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/4581

Actions (login required)

View Item View Item