PENGARUH KOMPOSISI MATRIKS TERHADAP KARAKTERISTIK FABRIKASI NANOFIBER ISOPULEGOL DENGAN METODE ELECTROSPINNING


Arina Hidayati, 4311415040 (2020) PENGARUH KOMPOSISI MATRIKS TERHADAP KARAKTERISTIK FABRIKASI NANOFIBER ISOPULEGOL DENGAN METODE ELECTROSPINNING. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PENGARUH KOMPOSISI MATRIKS TERHADAP KARAKTERISTIK FABRIKASI NANOFIBER ISOPULEGOL DENGAN METODE ELECTROSPINNING] PDF (PENGARUH KOMPOSISI MATRIKS TERHADAP KARAKTERISTIK FABRIKASI NANOFIBER ISOPULEGOL DENGAN METODE ELECTROSPINNING) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Isopulegol merupakan senyawa yang sangat mudah menguap. Salah satu metode untuk mempertahankan senyawa yang sangat mudah menguap adalah dengan electrospinning. Faktor yang mempengaruhi stabilitas electrospinning salah satunya yaitu komposisi matriks. Serat nano isopulegol-PVA dengan variasi komposisi matriks dibuat melalui teknik electrospinning untuk mengetahui pengaruh komposisi matriks terhadap karakteristik serat nano serta controlled release pada serat nano terbaik. Pembuatan larutan sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan. Larutan dielectrospinning dengan mengatur jarum suntik 10 mL yang memiliki jarum logam dengan diameter dalam 0,6 mm. Parameter electrospinning disesuaikan, seperti tegangan ditetapkan 18 kV dan jarak ujung jarum ke kolektor 10 cm. Hasil serat nano dianalisis menggunakan FTIR-ATR dan SEM. Sedangkan untuk controlled release menggunakan FTIR-ATR. Berdasarkan penelitian didapatkan komposisi PVA-maltodekstrin-isopulegol (1:1) lebih bagus daripada PVA-maltodekstrin-isopulegol (1:2). Komposisi PVA -β- siklodekstrin-isopulegol (1:2) menghasilkan serat yang lebih bagus daripada PVA -β-siklodekstrin-isopulegol (1:1). Diameter yang dihasilkan dari serat nano PVA yaitu 92,891 nm; serat nano PVA-maltodekstrin-isopulegol (1:1) yaitu 94,02 nm; dan serat nano PVA-β-siklodekstrin-isopulegol (1:2) yaitu 100,242 nm. Hasil perbandingan luas area peak isopulegol dari serat nano terbaik (PVA-β- siklodekstrin-isopulegol (1:2)) tidak stabil. Semakin besar komposisi matriks maka akan menghasilkan serat yang lebih tebal. Jika diurutkan berdasarkan diameter serat yang diperoleh yaitu PVA < PVA-maltodekstrin-isopulegol (1:1) < PVA-β-siklodekstrin-isopulegol (1:2).

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: serat nano, electrospinning, matriks.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia, S1
Depositing User: indah tri pujiati
Date Deposited: 08 Sep 2021 11:02
Last Modified: 08 Sep 2021 11:02
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/45768

Actions (login required)

View Item View Item