NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI TASYAKURAN TALANG TAWING DI DESA SUROKONTO WETAN KECAMATAN PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL


Budi Yuliardi, 3301416072 (2020) NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI TASYAKURAN TALANG TAWING DI DESA SUROKONTO WETAN KECAMATAN PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI BUDI YULIARDI 3301416072 - Budi Yuliardi.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Tradisi Tasyakuran Talang Tawing di Desa Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal merupakan tradisi yang masih tetap lestari di tengah arus modernisasi saat ini. Kegiatan inti dalam tradisi Tasyakuran Talang Tawing adalah penyembelihan kebo bule dan pagelaran wayang kulit sebagai wujud syukur kepada Tuhan Y.M.E dan juga sebagai wujud penghormatan bagi leluhur dan pejuang desa yang dilakukan oleh masyarakat Surokonto Wetan dan sekitarnya. Tetap lestarinya tradisi Tasyakuran Talang Tawing ini dilaksanakan atas dasar nilai gotong royong masyarakat Surokonto Wetan dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui mengapa nama tradisi Nyadran Talang Tawing diganti menjadi Tasyakuran Talang Tawing, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Tasyakuran Talang Tawing, (3) Untuk mengetahui nilai gotong royong apa yang ada dalam tradisi Tasyakuran Talang Tawing Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Data penelitian berupa data wawancara yang diperoleh dari beberapa informan yaitu: (1) Kepala Desa Surokonto Wetan, (2) Tokoh masyarakat, (3) Sesepuh Desa, (4) Petani Desa Surokonto Kulon dan Kebon Gembong, (5) Masyarakat sekitar, (6) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, (7) Tokoh Agama, (8) Golongan Pembaharu, (9) Polisi dan data dokumentasi geografi, video serta foto kegiatan tradisi Tasyakuran Talang Tawing diperoleh dari Pemerintah Desa Surokonto Wetan dan Panitia Tasyakuran Talang Tawing. Teknik pengujian dalam penentuan validitas data adalah triangulasi sumber. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) pergantian nama tradisi dari Nyadran Talang Tawing menjadi Tasyakuran Talang Tawing dilakukan tahun 1989, dan dilatar belakangi oleh adanya kegiatan memet. Dari pergantian nama tersebut membawa konsekuensi dihilangkannya kegiatan memet, yang dikubur selain tanduk dan tracak hanya tengkoraknya saja bukan lagi kepala kebo utuh, penghilangan peletakan sesaji dan pembakaran kemenyan serta kegiatan penyembelihan kebo bule, penguburan tengkorak, tanduk dan tracak serta selametan yang dulu dipimpin oleh Tokoh Adat sekarang dipimpin oleh Tokoh Agama. (2) Kegiatan tradisi Tasyakuran Talang Tawing dibagi menjadi dua bagian yaitu persiapan dan pelaksanaan. Bagian persiapan yaitu pembentukan panitia H- tiga bulan dan kegiatan rapat panitia, iuran warga dari tiga Desa, susuk bendung dan persiapan lokasi Tasyakuran Talang Tawing. Bagian pelaksanaan yaitu kegiatan penyembelihan kebo bule dan pagelaran wayang kulit. (3) Nilai gotong royong yang terdapat dalam tradisi Tasyakuran Talang Tawing diwujudkan melalui perilaku partisipasi aktif warga Surokonto Wetan dan sekitarnya. Partisipasi aktif di sini dalam tiga hal, pertama partisipasi aktif dalam bentuk bantuan keuangan, kedua partisipasi aktif dalam bentuk tenaga fisik dan yang ketiga partisipasi aktif dalam bentuk keterampilan. partisipasi aktif itulah yang menjadi dasar tetap lestrinya tradisi Tasyakuran Talang Tawing. Saran yang dapat peneliti rekomendasikan yaitu (1) Kepada Pemerintah Desa Surokonto Wetan agar Pemerintah Desa harus senantiasa berkolaborasi bersama warga dalam upaya melestarikan tradisi Tasyakuran Talang Tawing tersebut agar tidak berhenti dan punah. (2) Kepada panitia Tasyakuran Talang Tawing agar menambah seksi religi untuk mencegah munculnya lagi kegiatan memet. (3) Kepada pembaca, penulis berharap kedepannya akan ada penelitian-penelitian selanjutnya tentang tradisi Tasyakuran Talang Tawing. Sehingga akan menghasilkan pengkajian tentang tradisi Tasyakuran Talang Tawing yang lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Tradisi, Tasyakuran Talang Tawing, Nilai Gotong Royong
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: dina nurcahyani perpus
Date Deposited: 07 Sep 2021 07:32
Last Modified: 07 Sep 2021 07:32
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/45667

Actions (login required)

View Item View Item