Pengaruh Variasi Tekanan Injeksi pada Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Bahan Bakar Alternatif Biodiesel Minyak Biji Kapuk (Klenteng Kapuk)

Ika Nur Rakhmawati, 2007 (2007) Pengaruh Variasi Tekanan Injeksi pada Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Bahan Bakar Alternatif Biodiesel Minyak Biji Kapuk (Klenteng Kapuk). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pengaruh Variasi Tekanan Injeksi pada Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Bahan Bakar Alternatif Biodiesel Minyak Biji Kapuk (Klenteng Kapuk)) - Published Version
Download (15Kb)

    Abstract

    Ika Nur Rakhmawati, Teknik Mesin, 2007, “ Pengaruh Variasi Tekanan Injeksi pada Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Bahan Bakar Alternatif Biodiesel Minyak Biji Kapuk (Klenteng Kapuk)”. Biodiesel mempunyai kelebihan antara lain, menghasilkan gas buang yang ramah lingkungan, cetane number yang lebih tinggi, biodegradable (dapat terurai), merupakan renewable energy karena terbuat dari bahan alam yang dapat diperbarui. Namun dengan viskositas (kekentalan) biodiesel yang lebih tinggi dari solar timbul masalah yang baru, berapakah tekanan injeksi yang ideal untuk pemakaian bahan bakar biodiesel. Karena dengan tekanan yang rendah akan menghasilkan butiran yang lebih kasar dan besar, dengan tekanan injeksi yang tinggi akan menghasilkan butiran bahan bakar yang lebih halus, sehingga diharapkan terjadi pembakaran yang lebih sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada paningkatan atau pengurangan daya dengan menggunakan bahan bakar B0, B10, B20. Demikian juga dengan konsumsi bahan bakar spesifik, apakah dengan penggunaan bahan bakar B0, B10, B20 akan ada peningkatan atau penurunan konsumsi bahan bakar spesifik. Dengan variasi tekanan injeksi 13 MPa, 14 MPa, 15 MPa, 16 MPa, 17 MPa manakah yang terbaik untuk mendapatkan untuk mendapatkan daya yang paling tinggi dan konsumsi bahan bakar spesifik yang paling hemat. Pengujian yang dilakukan adalah membandingkan penggunaan bahan bakar B0, B10, B20 dengan variasi tekanan injeksi dan dengan variabel kontrolnya putaran yaitu 1600 rpm, 1800 rpm, 2000 rpm, 2200 rpm, 2400 rpm. Sedangkan analisis data hasil penelitian dengan analisis deskriptif yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan daya yang paling tinggi dan konsumsi bahan bakar yang paling hemat dengan manggunakan bahan bakar B0, B10, B20. dengan variasi tekanan injeksi 13 MPa, 14 MPa, 15 MPa, 16 MPa, 17 MPa manakah yang terbaik untuk mendapatkan daya tertinggi dan konsumsi bahan bakar yang paling hemat. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada kenaikan daya dengan menggunakan bahan bakar B20 (solar murni 80% dan biodiesel 20%) dan tekanan injeksi 15 Mpa. Sedangkan dengan memakai B0 (solar murni 100%) dan tekanan injeksi 17 MPa konsumsi bahan bakar akan menjedi hemat. Dengan merubah tekanan injeksi menjadi lebih tinggi maka akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat, daya lebih kecil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perubahan daya yang positif dengan menggunakan bahan bakar biodiesel B20 yaitu solar 80% dan biodiesel 20%. Namun itu tidak sebanding dengan konsumsi bahan bakarnya karena dengan menggunakan bahan bakar B20 konsumsi bahan bakar cenderung naik. Tapi konsumsi bahan bakar dapat menjadi turun apabila tekanan injeksi lebih tinggi yaitu 17 MPa. Jadi untuk memperoleh daya yang maksimal maka dianjurkan untuk memakai tekanan injeksi 15 MPa, tetapi untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar yang hemat dianjurkan untuk memakai tekanan injeksi 17 MPa.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Mesin, D3
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 23 Sep 2011 22:09
    Last Modified: 23 Sep 2011 22:09

    Actions (login required)

    View Item