DEFORMASI PADA INTI BENDUNGAN DENGAN MEMVARIASIKAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA


Dimas Alrasyid, 5113414062 (2019) DEFORMASI PADA INTI BENDUNGAN DENGAN MEMVARIASIKAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of DEFORMASI PADA INTI BENDUNGAN DENGAN MEMVARIASIKAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA] PDF (DEFORMASI PADA INTI BENDUNGAN DENGAN MEMVARIASIKAN KEPADATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Bendungan adalah setiap bangunan penahan air buatan, jenis urugan atau jenis yang lainnya yang dapat menampung air. Berdasarkan konstruksinya, bendungan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu bendungan urugan dan bendungan beton. Secara umum bendungan berfungsi untuk irigasi, PLTA, pengendali banjir, dan pariwisata. Mengingat pentingnya suatu bendungan maka perlu dilakukan analisis deformasi untuk mengetahui berapa ketahanan bendungan saat menerima gaya / tekanan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sifat mekanika tanah inti bendungan pada kepadatan 85%, 90%, 95%, dan 100% (2) Bagaimana deformasi pada inti bendungan menggunakan metode elemen hingga. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengubah parameter asli Bendungan Gongseng, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan parameter tanah di daerah Trangkil, Kota Semarang. Teknik analisa data dilakukan dengan cara (1) Melakukan uji sifat fisis tanah (2) Melakukan uji kepadatan tanah menggunakan Proctor lalu membuat permodelan variasi kepadatan 85%, 90%, 95%, dan 100% dari kepadatan maksimum (3) Melakukan uji kuat geser Triaxial Unconsolidated Undrained dengan variasi tekanan radial pada benda uji sebesar 50 kPa, 100 kPa, dan 200 kPa (4) Melakukan analisis deformasi menggunakan perangkat lunak Rocscience Phase2 dengan analisis total displacement, sigma 1, sigma 3, dan maximum shear strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan maka semakin besar nilai kohesi dan sudut gesernya. Hal ini disebabkan karena partikel-partikel dalam tanah semakin rapat sehingga gaya tarik menarik antar partikel tanah semakin besar. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis menggunakan perangkat lunak Rocscience Phase2, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan maka semakin rendah nilai pergeseran tanah. Hal ini disebabkan karena semakin besar nilai kohesi, maka kemampuan tanah untuk menahan gaya / beban menjadi lebih besar.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pemadatan, Triaxial, Sudut geser, Kohesi, Deformasi, Bendungan
Subjects: T Technology > TYA Teknik Sipil
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Sipil, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 30 Aug 2021 02:15
Last Modified: 30 Aug 2021 02:15
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/44983

Actions (login required)

View Item View Item