PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA PADA KINERJA MELALUI KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Jawa Tengah)


Sri Mugi Rahayu, 7311416052 (2020) PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA PADA KINERJA MELALUI KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Jawa Tengah). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA PADA KINERJA MELALUI KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Jawa Tengah)] PDF (PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA PADA KINERJA MELALUI KETERIKATAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Jawa Tengah)) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tingkat ketidakdisiplinan merupakan salah satu ukuran yang dapat menunjukan bahwa tingkat kinerja masih rendah. Taraf yang berlebihan dari ketidakhadiran memiliki dampak secara langsung terhadap organisasi karena sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. Kinerja pegawai tidak dapat tercapai dengan baik apabila fungsi perusahaan tidak berjalan dengan lancar. Tingginya tingkat absensi selama satu tahun terakhir yaitu 2019 di Balkesmas Wilayah Semarang dan Wilayah Ambarawa menunjukan bahwa kedisiplinan dan tanggungjawab yang dimiliki oleh pegawai dirasa masih kurang. Selain itu, hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab adanya penurunan jumlah kunjungan pasien khususnya tahun 2016 sampai dengan triwulan tiga di tahun 2019 di Balkesmas Wilayah Semarang, Ambarawa dan Pati. Oleh karena itu penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kinerja adalah kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan keterikatan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai di Balkesmas Wilayah Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dua tahap yaitu penentuan sampel daerah dengan teknik purposive sampling dan selanjutnya menentukan orangorang yang ada di sampel daerah menggunakan simpe random sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 112 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner. Metode analisis menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif signifikan pada keterikatan kerja. Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif tidak signifikan pada kinerja. Keterikatan kerja memiliki pengaruh positif signifikan pada kinerja. Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan pada keterikatan kerja. Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif tidak signifikan pada kinerja. Keterikatan berhasil memediasi hubungan kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja pada kinerja. Penelitian selanjutnya disarankan dapat menguji dengan model yang sama pada objek yang berbeda, dan mengeksplorasi variabel lain yang dapat memengaruhi kinerja.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja, Kinerja, Keterikatan Kerja, Balai Kesehatan Masyarakat.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HG Finance
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
Depositing User: dwi setyo hastaningsih
Date Deposited: 29 Aug 2021 04:57
Last Modified: 29 Aug 2021 04:57
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/44955

Actions (login required)

View Item View Item