Upaya Mengembangkan Empati Mahasiswa dengan Memanfaatkan Media Bimbingan (Penelitian pada Mahasiswa Angkatan 2005 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2005/2006)

Anis Fidyaningrum, 2006 (2006) Upaya Mengembangkan Empati Mahasiswa dengan Memanfaatkan Media Bimbingan (Penelitian pada Mahasiswa Angkatan 2005 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2005/2006). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (“Upaya Mengembangkan Empati Mahasiswa dengan Memanfaatkan Media Bimbingan (Penelitian pada Mahasiswa Angkatan 2005 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2005/2006)) - Published Version
Download (21Kb)

    Abstract

    Fidiyaningrum, Anis. 2006. “Upaya Mengembangkan Empati Mahasiswa dengan Memanfaatkan Media Bimbingan (Penelitian pada Mahasiswa Angkatan 2005 Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Tahun Akademik 2005/2006). Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dr. Anwar Sutoyo, M. Pd. dan Dra. Awalya, M. Pd. Kata kunci: empati, media bimbingan Latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu bahwa seorang mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) dituntut memiliki kompetensi, salah satunya empati yang tinggi. Mendasarkan pada hasil pengolahan skala empati pada mahasiswa angkatan 2005 jurusan BK yang berjumlah 64 orang, 55 orang memiliki kecenderungan empati tinggi dan 9 lainnya berkecenderungan empati sedang. Melalui penelitian tindakan ini diharapkan empati mahasiswa dapat lebih berkembang. Mendasarkan pada latar belakang kemudian muncul permasalahan bagaimanakah mengembangkan empati mahasiswa BK dengan memanfaatkan media bimbingan. Tujuan yang dicapai yaitu mengetahui bagaimanakah mengembangkan empati mahasiswa BK dengan memanfaatkan media bimbingan. Manfaat penelitian ini yaitu: (1) Pihak jurusan BK dapat menumbuhkembangkan empati mahasiswa, (2) Mahasiswa mulai memiliki kecakapan dalam memanfaatkan film sebagai media, (3) Mahasiswa dapat melihat film yang bermanfaat untuk mengembangkan empati diri, (4) Pihak sekolah dapat menyediakan peralatan memutar film agar empati siswa dapat berkembang. Media bimbingan merupakan alat, media yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperlancar dalam hal menanamkan nilai-nilai bimbingan kepada manusia. Keterampilan empati yang merupakan kompetensi wajib bagi konselor dapat dikembangkan dengan memanfaatkan media bimbingan tersebut. Media bimbingan yang dimanfaatkan yaitu peer counseling yang dipadukan dengan kegiatan outbond dan melihat film yang alur ceritanya dapat mengembangkan empati seseorang (judul: “Children of Heaven”). Pendekatan yang digunakan yaitu penelitian tindakan (action research) yang terdiri atas siklus I dan siklus II. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi: (1) Penyusunan rencana, (2)Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Alat pengumpul data berupa skala empati dan lembar evaluasi pasca tindakan. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Keberhasilan setiap mahasiswa diukur berdasarkan bertambahnya skor dalam skala empati yang diberlakukan setiap kali selesai siklus dan sesuai hasil pengamatan selama tindakan berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat empati mahasiswa pada kondisi awal secara keseluruhan mencapai skor 798. Setelah siklus I naik menjadi 820 (2,76 %) dan setelah melalui siklus II bertambah menjadi 829 (1,10 % dari siklus I, dan 3,88 % dari kondisi awal). Secara perorangan, saat kondisi awal terdapat 3 orang tergolong empati sedang dan 9 orang berkecenderungan empati tinggi. Setelah melalui siklus I dan siklus II, semua mahasiswa berada pada kategori empati tinggi. Meskipun tingkat perkembangannya sangat kecil, pemanfaatan media bimbingan tetap mempunyai kontribusi dalam mengembangkan empati mahasiswa. Mendasarkan pada hasil penelitian di atas maka disarankan: (1) Pihak jurusan BK dapat menumbuhkembangkan empati mahasiswa, (2) Mahasiswa mulai memiliki kecakapan dalam memanfaatkan film sebagai media, (3) Mahasiswa dapat melihat film yang bermanfaat untuk mengembangkan empati diri, (4) Pihak sekolah dapat menyediakan peralatan memutar film agar empati siswa dapat berkembang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: empati, media bimbingan
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
    L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 22 Sep 2011 21:01
    Last Modified: 22 Sep 2011 21:01

    Actions (login required)

    View Item