Dampak Pengembangan Obyek Wisata Purwahamba Indah Terhadap Kebudayaan Masyarakat di Desa Purwahamba, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal.

Catur Prastiasih, 3214960392 (2005) Dampak Pengembangan Obyek Wisata Purwahamba Indah Terhadap Kebudayaan Masyarakat di Desa Purwahamba, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Dampak Pengembangan Obyek Wisata Purwahamba Indah Terhadap Kebudayaan Masyarakat di Desa Purwahamba, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal,) - Published Version
Download (188Kb)

    Abstract

    Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemerintah untuk memperoleh devisa. Selain itu pariwisata juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional, yaitu: memperluas lapangan usaha, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, mendorong perkembangan daerah, mendorong pelestarian lingkungan hidup, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Kehadiran wisatawan maupun orang yang bertujuan mencari nafkah di obyek wisata tersebut dan akhirnya menetap di desa Purwahamba, sedikit banyak berpengaruh terhadap kebudayaan masyarakat setempat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pengembangan secara fisik dan non fisis dari obyek wisata Purwahamba Indah, 2) Bagaimana dampak positif pengembangan obyek wisata terhadap kesenian dan sistem religi daerah setempat, 3) Bagaimana dampak negatif pengembangan obyek wisata terhadap kesenian dan sistem religi daerah setempat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah baik secara fisik maupun non fisik, 2) Berusaha mengungkapkan akibat positif dan negatif pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah terhadap kehidupan kesenian masyarakat setempat, 3) Berusaha mengungkapkan akibat positif dan negatif pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah terhadap sistem religi masyarakat di Desa Purwahamba, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dipusatkan di desa Purwahamba, kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal, dan di lingkungan obyek wisata Purwahamba Indah. Fokus penelitian ini adalah pengembangan obyek wisata secara umum dan kebudayaan masyarakat setempat, dalam hal ini yaitu kesenian dan sistem religi. Data diperoleh dari informan, dokumentasi dan observasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, observasi. Analisis data digunakan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah mengalami perkembangan yaitu dari sekedar tempat beristirahat menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan seperti kolam renang, ruang pertemuan, sepeda air, kebun binatang mini, mushola dan lain-lain. Dampak positif dari pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah terhadap kesenian dan sistem religi daerah setempat yaitu lahirnya kesenian baru seperti congdut. Seni rebana semakin dikenal oleh wisatawan sebagai kesenian khas yang dimiliki Desa Purwahamba Juga diangkatnya tradisi sedekah laut sebagai salah satu atraksi yang menarik wisatawan, sehingga tradisi tersebut hidup kembali. Dampak negatif dari pengembangan obyek wisata Purwahamba Indah terhadap kesenian dan sistem religi daerah tidak begitu besar. Perubahan yang terjadi lebih disebabkan karena masyarakat pemilik kebudayaan itu sendiri yang tidak berminat untuk tetap mempertahankan kebudayaan tersebut. Baik karena tidak diajarkan oleh generasi pendahulu, maupun karena generasi muda tidak mau mempelajarinya dan lebih suka belajar hal-hal baru. Akibatnya kesenian maupun sistem religi yang dimiliki tidak dikenal oleh gen erasi muda. Oleh karena itu saran yang diberikan penulis yaitu Generasi tua mengenalkan kebudayaan yang memiliki nilai positif kepada generasi muda melalu kegiatan yang bersifat pendidikan dan kepemudaan, misalnya kegiatan sedekah bumi yang memiliki nilai kegotong-royongan dijadikan sebagai salah satu agenda kegiatan karang taruna setiap selesai panen raya, sehingga kebudayaan tersebut tetap lestari. Menggali potensi kebudayaan yang pernah ada, misalnya kuda lumping untuk dijadikan sebagai atraksi wisata, bisa dilakukan bekerjasama dengan karang taruna desa Purwahamba. Dengan adanya pembinaan dari pemerintah daerah maupun pengelola pariwisata, kemungkinan besar akan membangkitkan minat generasi muda di desa Purwahamba untuk menggali kembali potensi kebudayaan yang ada. Adanya promosi wisata budaya, misalnya setiap akan diadakan acara sedekah laut perlu menginformasikan adanya kegiatan tersebut pada masyarakat baik melalui media cetak maupun media elektronik, sehingga kebudayaan tersebut dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 28 Mar 2011 03:44
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:01

    Actions (login required)

    View Item