IMPLIKASI ALIH GUNA LAHAN PERTANIAN MENJADI GUNA LAHAN WISATA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN PETANI DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG


Dini Waras Wati, 3201416053 (2020) IMPLIKASI ALIH GUNA LAHAN PERTANIAN MENJADI GUNA LAHAN WISATA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN PETANI DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of IMPLIKASI ALIH GUNA LAHAN PERTANIAN MENJADI GUNA LAHAN WISATA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN PETANI DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG]
Preview
PDF (IMPLIKASI ALIH GUNA LAHAN PERTANIAN MENJADI GUNA LAHAN WISATA TERHADAP PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN PETANI DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG) - Published Version
Download (3MB) | Preview

Abstract

Fenomena pemanfaatan lahan yang mengalami perubahan cukup pesat adalah perubahan penggunaan lahan dilokasi strategis pariwisata. Memiliki lokasi strategis dan keberadaan obyek wisata dikancah internasional Candi Borobudur menyebabkan Kecamatan Borobudur mengalami perubahan pemanfaatan lahan yang cukup signifikan terutama di wilayah yang telah ditetapkan sebagai Ssubkawasan Pelestarian I (SP-I) yaitu Desa Borobudur dan Desa Wanurejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor pendorong terjadinya alih guna lahan, dan (2) perubahan mata pencaharian petani setelah mengalihgunakan lahan pertanian. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengalihgunakan lahan pertaniannya di Desa Borobudur dan Desa Wanurejo, dengan sampel yang diambil menggunakan metode sensus atau sampling jenuh sebanyak 64 orang. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tercatat dari tahun 2008-2018 lahan pertanian yang teralihguna menjadi lahan terbangun wisata bertambah seluas 28,26 ha. Faktor alih guna lahan pertanian di Desa Borobudur dan Desa Wanurejo disebabkan oleh dorongan dari luar, kebutuhan ekonomi, modal keuntungan sebagai modal usaha, lahan yang sudah tidak produktif dan masih rendahnya pemahaman petani terkait KSN Borobudur. Alih guna lahan berimplikasi terhadap perubahan mata pencaharian petani, sebesar 81,26% petani yang mengalihgunakan lahan bekerja di sektor non pertanian dengan memanfaatakn potensi yang ada sebagai daerah strategis wisata, hal ini menunjukkan bahwa mobilitas petani sangat kecil untuk bekerja di luar daerah. Saran perlu adanya sosialisasi terkait penetapan KSN Borobudur secara umum dengan berbagai potensi lahan, sehingga dapat djadikan pertimbangan bagi petani sebelum menjual atau mengalihgunakan lahannya. Para petani diharapkan memiliki rencana yang jelas sebelum mengalihgunakan lahannya sehingga hasil dari alih guna lahan tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan. Serta perlu adanya tinjauan ulang dari pemerintah daerah terkait implementasi kebijakan perizinan pembangunan khususnya yang dilakukan di lahan sawah terkait penetapan KSN Borobudur.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Lahan, KSN Borobudur , Alih Guna Lahan, Mata Pencaharian
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 06 Jan 2021 02:56
Last Modified: 06 Jan 2021 02:56
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/42684

Actions (login required)

View Item View Item