KESIAPAN BELAJAR MANDIRI SISWA KELAS XII ILMU ALAM SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL TAHUN AJARAN 2005/ 2006 PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Ima Chamidah, 4101401036 (2006) KESIAPAN BELAJAR MANDIRI SISWA KELAS XII ILMU ALAM SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL TAHUN AJARAN 2005/ 2006 PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KESIAPAN BELAJAR MANDIRI SISWA KELAS XII ILMU ALAM SMA NEGERI 1 BOJA KENDAL TAHUN AJARAN 2005/ 2006 PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI) - Published Version
Download (19Kb)

    Abstract

    Perubahan aspek sosial maupun teknologi saat ini telah mengalami percepatan tertinggi sepanjang sejarah manusia. Akumulasi dan percepatan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi pada gilirannya menentukan formasi dan reformasi struktur sosial-ekonomi. Akibatnya sistem pendidikan yang mengajarkan ketrampilan dan pengetahuan bagi peserta didik menjadi sering tertinggal. Banyak ketrampilan dan pengetahuan yang diajarkan di sekolah menjadi usang setelah peserta didik menyelesaikan pendidikan. Kini, di tengah kemajuan teknik, ekonomi, dan globalisasi, sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar. Untuk dapat bertahan hidup, di manapun dan kapanpun orang harus terus menerus belajar, dalam hampir tiap langkah perjalanan hidupnya (longlife learning). Terlebih ketika tempat dan pegangan yang dikiranya sudah mapan tiba-tiba goncang karena pesatnya kemajuan dan mendadaknya perubahan. Salah satu tindakan pendidikan untuk mengatasi hal ini adalah memberi penekanan pada kebutuhan untuk menghasilkan individu yang memiliki kesiapan belajar mandiri (self-directed learning readiness), yakni individu yang disiapkan untuk mampu mengelola kegiatan belajarnya sendiri dengan atau tanpa bantuan pihak lain. Permasalahan dibahas dalam penelitian ini adalah sejauh manakah kesiapan belajar mandiri siswa kelas XII Ilmu Alam SMA Negeri 1 Boja Kendal pada pelajaran matematika dan faktor apa saja yang memepengaruhinya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui kesiapan belajar mandiri siswa kelas XII Ilmu Alam SMA Negeri 1 Boja Kendal serta faktor-faktor yang mempengaruhi, sehingga pelaku pendidikan dapat memberikan bantuan nyata dalam rangka mengatasi faktor-faktor yang menghambat belajar mandiri, ataupun memaksimalkan pemanfaatan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar mandiri. Dengan menggunakan teknik criterion based sampling diperoleh 9 siswa sebagai subyek penelitian; 3 siswa dari kelompok tinggi, 3 siswa dari kelompok sedang dan 3 siswa dari kelompok rendah. Serta ditambah seorang guru pengampu mata pelajaran matematika di kelas tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan angket kepribadian serta tes materi prasyarat kepada 9 siswa terpilih. Data yang diperoleh juga ditunjang dengan hasil penyebaran angket kepada 30 siswa secara acak. Untuk mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar mandiri siswa dilakukan dengan metode wawancara. Setelah dilakukan analisis data, diperoleh hasil bahwa guru pengampu mata pelajaran matematika di kelas tersebut telah sedikit menerapkan praktek ii belajar mandiri. Hasil isian angket siswa menunjukkan bahwa kesiapan belajar mandiri siswa berada pada kategori tinggi dengan skor 2.95, ditunjang dengan hasil sebaran angket kepada 30 siswa, hanya 10% yang menempati kriteria rendah. Tes materi prasyarat menunjukkan bahwa rata-rata siswa mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam menghitung, tetapi beberapa siswa mengalami kesalahan karena tidak menguasai konsep yang dibutuhkan. Sedangkan metode wawancara menghasilkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar mandiri siswa yaitu: (1) Faktor internal terdiri atas kondisi kesehatan secara fisik, kelainan/ cacat tubuh, gangguan kesehatan, bakat/ kemampuan, minat yang dimiliki, hobby/ kegemaran, kecerdasan yang dimiliki, kematangan diri, banyak sedikitnya waktu luang serta (2) Faktor eksternal yang berasal dari lingkungan keluarga meliputi dukungan keluarga, keharmonisan keluarga, masalah yang dihadapi dan penanganannya, pekerjaan orang tua, berasal dari lingkungan sekolah meliputi kondisi fisik dan lokasi gedung sekolah, perlengkapan/ fasilitas yang dimiliki sekolah, permasalahan yang dimiliki sekolah dan penanganannya, kurikulum yang berlaku serta pelaksanaannya, guru-guru pengampu mata pelajaran, teman-teman yang dipunyai, peraturan-peraturan yang berlaku dan pelaksanaannya, hubungan antar personil sekolah, stigma yang ada di sekolah, organisasi kesiswaan dan kegiatan ektrakurikuler serta berasal dari lingkungan masyarakat meliputi lokasi (letak) tempat tinggal, kegiatan masyarakat, kemajuan teknologi, hubungan antar anggota masyarakat, teman sebaya. Berdasarkan uraian di atas disarankan bahwa: (1) Perlu pemberian pengertian mengenai arti penting prasyarat belajar bagi siswa-siswa tersebut, (2) Dengan modal Kesiapan Belajar Mandiri yang cukup bagus, pengalaman akan praktek belajar mandiri di beberapa tahap kegiatan belajar serta pengetahuan akan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa, maka guru dapat memanfaatkannya dengan melatih siswa melalukan praktek belajar mandiri secara lebih mendalam, (3) Guru perlu terus menambah pengetahuan dan wawasan dalam menerapkan pembelajaran yang dilakukan supaya pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan tidak tertinggal dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat, serta (4) Guru harus mampu mengaktifkan siswa, memanfaatkan sifat ingin tahu yang dimiliki siswa sebagai seorang remaja.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 20 Sep 2011 23:20
    Last Modified: 20 Sep 2011 23:20

    Actions (login required)

    View Item