Konsep negara menurut Mohammad Natsi,r dan upaya mewujudkannya di Indonesia (1928 – 1959)”.


Supardi, 3101401036 (2006) Konsep negara menurut Mohammad Natsi,r dan upaya mewujudkannya di Indonesia (1928 – 1959)”. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Konsep negara menurut Mohammad Natsi,r dan upaya mewujudkannya di Indonesia (1928 – 1959)”. ]
Preview
PDF (Konsep negara menurut Mohammad Natsi,r dan upaya mewujudkannya di Indonesia (1928 – 1959)”. ) - Published Version
Download (19kB) | Preview

Abstract

Supardi. 2006. “Konsep negara menurut Mohammad Natsi,r dan upaya mewujudkannya di Indonesia (1928 – 1959)”. Skripsi. Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. 71 Halaman + xiv halaman Penulisan skripsi ini di latar belakangi oleh realitas perjalanan sejarah hubungan antara Islam dan politik, hal ini disebabkan ketika nabi Muhammad Saw. wafat dan tidak meninggalkan satu sunah yang pasti bagaimana sistem penyelenggaraan negara. Pada satu sisi, hampir setiap orang Islam percaya terhadap pentingnya prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan politik, sementara pada sisi yang lain, tidak ada pandangan yang monolitik mengenai bagaimana seharusnya Islam dan politik diposisikan secara tepat, yang muncul dari persoalan tersebut justru pendapat yang sangat beragam. Salah satu tokoh di Indonesia yang memperjuangkan dan memberikan gagasan-gagasannya tentang negara dalam perspektif Islam adalah Mohammad Natsir. Pokok permasalahan yang diteliti adalah (1) Bagaimana konsep negara menurut Mohammad Natsir, (2) Bagaimana upaya Mohammad Natsir dalam mewujudkan kosep negara yang dicita – citakan (1928 – 1959) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep negara menurut Mohammad Natsir, disamping itu juga untuk mengetahui upaya Mohammad Natsir dalam mewujudkan konsep Negara yang dicita – citakan (1928 – 1959). Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan penjelasan tentang konsep negara menurut Mohammad Natsir, dan memberikan gambaran tentang upaya Mohammad Natsir dalam mewujudkan konsep negara yang di cita – citakan (1928 – 1959). Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian tentang permasalahan dalam skripsi ini adalah bahwa secara konseptual berdirinya negara bukanlah tujuan utama, tetapi hanyalah sebagai alat yang menjamin supaya aturan-aturan dapat berlaku sebagaimana mestinya. Konsep syuro dalam Islam dikaitkan dengan perkembangan demokrasi masa modern yang dikatakan sebagai theistik demokrasi, sehingga kepala negara berfungsi sebagai eksekutif yang harus bekerjasama dengan legislatif dalam menyelenggarakan negara. Menurut Mohammad Natsir sumber otoritas kekuasaan dan legitimasi adalah Allah Swt. dan manusia adalah sebagai khalifah atau pemimpin yang tugasnya melaksanakan dan menegakkan perintah dari pememegang kedaulatan. Dalam mewujudkan konsepsinya tentang negara dan agama tersebut dibagi dalam tiga periode : (1) Masa sebelum kemerdekaan yang menghasilkan polemik terbuka tentang pemikiran politik Islam dengan soekarno. (2) Pasca Proklamasi dengan penerimaan Mohammad Natsir terhadap Pancasila sepanjang inti dan hakekat dari semua sila dilaksanakan dengan benar. (3) Majelis Konstituante secara tegas Mohammad Natsir menolak Pancasila dijadikan sebagai dasar negara akibat munculnya pemikiran Soekarno yang menafsirkan Pancasila secara sekuler. Dengan demikian periode-periode tersebut menunjukkan konsistensinya terhadap kedinamisan sistem Islam dalam sebuah negara modern. Dari hasil penelitian ini, penulis memberikan saran hendaknya dalam mewujudkan Islam sebagai dasar negara tersebut sesuai dengan jalur konstitusi dengan memilih Partai politik Islam yang memperjuangkan tegaknya nilai – nilai Islam dalam kehidupan kenegaraan dan penyadaran umat Islam akan kesempurnaan nilai-nilai Islam. Disamping itu sebelum terwujud Islam sebagai dasar negara hendaklah para pemimpin umat dapat memberikan contoh akan kesempurnaan nilai-nilai Islam.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 20 Sep 2011 08:34
Last Modified: 20 Sep 2011 08:34
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/4197

Actions (login required)

View Item View Item