DAMPAK PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI

Rahadyan Yanuarto , 7450406041 (2011) DAMPAK PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

PDF (DAMPAK PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI ) - Published Version
Restricted to Registered users only

Request a copy

    Abstract

    Keberhasilan upaya peningkatan produktivitas, produksi dan pendapatan petani sangat bergantung kemampuan penyediaan dan penerapan teknologi produksi yang meliputi varietas unggul, benih berkualitas dan teknologi budidaya lainya. Dalam rangka menanggulangi permasalahan tersebut dicanangkan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Program ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan juga penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi petani dan lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi SLPTT dan dampak SLPTT terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji t. Deskriptif persentase digunakan untuk mengukur tingkat adopsi teknologi SLPTT dan uji t digunakan untuk mengukur pendapatan petani antara sebelum dan sesudah mengikuti SLPTT. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling dari 2 kelompok tani yaitu kelompok tani Rukun Santosa dan Bogasari I.. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 50 petani dari jumlah populasi sebesar 102 petani SLPTT di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi anjuran SLPTT yang masuk kategori tinggi di daerah penelitian adalah komponen varietas unggul (94%), jumlah bibit (82,7%) dan panen tepat waktu (82,7%), sedangkan yang lainya masuk dalam kategori sedang adalah bibit muda (76,6%), sistem tanam (70%), pemupukan N berdasarkan tingkat kehijauan warna daun (75,3%), pemupukan organik (77,3%), pengairan berselang (76%) dan pengendalian gulma (74%). Dari hasil uji t terhadap pendapatan petani padi menunjukkan t tabel > t hitung (8,297 > 1,67) yang berarti SLPTT memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani padi di Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa komponen teknologi seperti bibit muda, sistem tanam, pemupukan N berdasarkan tingkat kehijauan warna daun, pemupukan organik, pengairan berselang dan pengendalian gulma masuk dalam kategori adopsi sedang artinya adopsi teknologi belum maksimal. Kedepan penyuluh Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) harus mencari metode pendekatan penyuluhan yang lebih baik lagi agar semua komponen teknologi terserap secara maksimal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: SLPTT, Adopsi Teknologi, Pendapatan Petani.
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    L Education > LB Theory and practice of education
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Pendidikan Ekonomi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 14 Sep 2011 23:59
    Last Modified: 14 Sep 2011 23:59

    Actions (login required)

    View Item