PENGARUH LKS MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP ASPEK FLUENCY DAN ELABORATION


Fellia Febriyanti, 4001415029 (2019) PENGARUH LKS MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP ASPEK FLUENCY DAN ELABORATION. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of PENGARUH LKS MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP ASPEK FLUENCY DAN ELABORATION]
Preview
PDF (PENGARUH LKS MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP ASPEK FLUENCY DAN ELABORATION) - Published Version
Download (924kB) | Preview

Abstract

Lembar Kerja Siswa (LKS) menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran di kelas. Lembar Kerja Siswa (LKS) berfungsi sebagai bahan ajar atau sumber belajar bagi peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan pembelajaran di SMP N 29 Semarang masih menggunakan bahan ajar dari Kemendikbud dan BSE. Guru kurang mampu memanfaatkan perangkat pembelajaran seperti LKS sehingga peserta didik kurang aktif saat pembelajaran di kelas. Ketidakaktifan peserta didik di kelas menyebabkan rendahnya kemampuan memahami konsep dengan baik. Rendahnya kemampuan memahami konsep menyebabkan peserta didik kurang mampu berpikir lancar dan merincinya secara detail untuk memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan adanya strategi pembelajaran yang sesuai. LKS model learning cycle 5E merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan melatih kemampuan berpikir lancar dan rinci peserta didik. Kelas kontrol pembelajaran menggunakan LKS yang secara umum digunakan oleh peserta didik saat pembelajaran sedangkan kelas eksperimen menggunakan LKS model learning cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan fluency dan elaboration peserta didik kelas eksperimen dan kontrol pada pembelajaran menggunakan LKS model learning cycle 5E. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental design dalam bentuk nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data terdiri atas data awal dan akhir. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan pemberian tes, observasi, dan angket. Hasil kemampuan aspek fluency berdasarkan analisis N Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen berada pada kriteria sedang yaitu 0.58 sedangkan kelas kontrol berada pada kriteria rendah 0.25. Hasil analisis N Gain pada kemampuan aspek elaboration kelas eksperimen berada pada kriteria sedang yaitu 0.45 sedangkan kelas kontrol berada pada kriteria rendah yaitu 0.25. Hasil observasi menunjukkan bahwa terjadi capaian peningkatan indikator fluency dan elaboration pada setiap pertemuan. Hasil ratarata capaian tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan LKS model learning cycle 5E secara umum memuaskan dengan rata-rata 80.4%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan fluency dan elaboration peserta didik kelas eksperimen dan kontrol pada pembelajaran menggunakan LKS model learning cycle 5E.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: LKS model learning cycle 5E, aspek fluency, aspek elaboration
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 05 Oct 2020 01:46
Last Modified: 05 Oct 2020 01:46
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/39146

Actions (login required)

View Item View Item