DETERMINAN FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING MELALUI PENDEKATAN FRAUD PENTAGON PADA PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD


Sri Rahayu, 7211416009 (2020) DETERMINAN FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING MELALUI PENDEKATAN FRAUD PENTAGON PADA PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 7211416009.pdf] PDF - Published Version
Download (1MB)

Abstract

Peran penting dari laporan keuangan diantaranya adalah untuk menarik investor baru dalam menanamkan modal dan meningkatkan kepercayaan kreditur, oleh karena itu segala upaya yang dilakukan manajemen termasuk melakukan kecurangan laporan keuangan sehingga informasi keuangan yang disajikan terlihat bagus. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh financial stability, institutional ownership, effective audit committee, changes in auditor, changes in accounting policy, CEO’s education, dan CEO’s duality terhadap fraudulent financial reporting melalui teori fraud pentagon. Populasi penelitian ini adalah perusahaan top rank 50 ASEAN Corporate Governance scorecard dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018 sebanyak 67 perusahaan. Sementara itu sampel penelitian sebanyak 16 perusahaan diperoleh menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 48 unit analisis. Alat analisis penelitian ini menggunakan regresi data panel melalui software EViews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial stability, effective audit committee, dan CEO’s duality berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fraudulent financial reporting. Sementara itu institutional ownership, changes in auditor, changes in accounting policy, dan CEO’s education tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Simpulan pertama dari penelitian ini adalah apabila financial stability perusahaaan mulai terancam pada titik terendah, perusahaan akan berusaha menyembunyikan keadaan yang sebenarnya sehingga indikasi kecurangan akan semakin tinggi. Kedua apabila intensitas pertemuan komite audit semakin tinggi, maka kualitas komunikasi antar komite untuk melaksanakan tugas dan fungsinya semakin meningkat sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecurangan. Ketiga CEO’s duality dapat menjadi “the guiding light” perusahaan untuk medorong komunikasi yang lebih baik antara manajemen dan dewan direksi sehingga indikasi terjadinya kecurangan akan berkurang. Saran bagi pengguna laporan keuangan seperti investor yaitu lebih memperhatikan financial stability, effective audit committee, dan intensitas CEO’s duality yang tinggi karena diindikasikan memiliki resiko kecurangan laporan keuangan yang rendah. Bagi peneliti selajutnya dapat menggunakan teori terbaru yaitu hexagon fraud dalam mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pentagon Fraud Theory, Financial Stability, Institutional Ownership, Effective Audit Committee, Changes In Auditor, Changes In Accounting Policy, CEO’s Education, CEO’s Duality, Fraudulent Financial Reporting
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
Depositing User: S.Hum Maria Ayu
Date Deposited: 05 Sep 2020 05:53
Last Modified: 05 Sep 2020 05:53
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/39044

Actions (login required)

View Item View Item