Sejarah Industri Batu Bata Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Tahun 1970 – 2001

Fitriana Nur Dian. A, 315402011 (2007) Sejarah Industri Batu Bata Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Tahun 1970 – 2001. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Sejarah Industri Batu Bata Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Tahun 1970 – 2001) - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    Anggraini, Fitriana Nur Dian. 2007. Sejarah Industri Batu Bata Panggisari Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Tahun 1970 – 2001. Program Studi Ilmu Sejarah/ S1. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang, 102 halaman. Kata Kunci: Industri Batu Bata, Pengaruh Sosial-Ekonomi Akibat Perang Dunia I (1914-1918), ekspor dari Hindia Belanda sangat menurun. Demikian juga dengan kebutuhan barang impor dari luar negeri yang selama ini didatangkan dari Eropa terpaksa terhenti. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah Hindia Belanda membentuk Panitia Pembangunan Industri (1915) dengan tugas merencanakan pembangunan industri yang bertujuan mengganti barang-barang impor. Perubahan di bidang sosial ekonomi Jawa memperlihatkan gaya hidup dalam pemenuhan kebutuhan materi yang lebih komersial. Penduduk desa semakin terbiasa membeli berbagai jenis kebutuhan rumah tangga. Dampak ini tercermin oleh semakin banyaknya jumlah orang yang terlibat penuh dalam kegiatan ekonomi nonpertanian, antara lain: tumbuhnya industri-industri berskala kecil di pedesaan seperti pengrajin tembaga, keramik, dan batu bata. Industri kecil telah memegang peranan penting dalam mendukung programprogram pembangunan ekonomi dan diusahakan terutama untuk menambah pendapatan keluarga terutama bagi penduduk kelompok miskin di pedesaan. Seperti yang terjadi di desa Panggisari kecamatan Mandiraja kabupaten Banjarnegara masyarakatnya mulai beralih dari kegiatan ekonomi pertanian ke ekonomi nonpertanian dengan memanfaatkan kondisi tanah yang tidak rata karena sebagian besar tanah di Panggisari lebih tinggi diantara lahan irigasi sawah. Kondisi tanah yang tidak rata ini dimanfaatkan masyarakatnya untuk membuat batu bata. Selanjutnya membuat batu bata kemudian menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Panggisari. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran kehidupan masyarakat Panggisari tahun 1970-2001?, (2) Bagaimana perubahan kehidupan ekonomi masyarakat Panggisari akibat Industri Batu Bata tahun 1970-2001?, (3) Bagaimana pengaruh yang diakibatkan oleh adanya Industri Batu Bata di desa Panggisari terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya tahun 1970-2001?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui gambaran kehidupan masyarakat Panggisari tahun 1970-2001, (2) Untuk mengetahui perubahan kehidupan ekonomi masyarakat Panggisari akibat Industri Batu Bata tahun 1970-2001, (3) Untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh adanya Industri Batu Bata di desa Panggisari terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya tahun 1970-2001. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkahlangkah penulisannya meliputi: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Kegiatan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara dengan pengrajin batu bata desa Panggisari untuk memperoleh data tentang perubahan sosial ekonomi masyarakat akibat munculnya industri. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diperoleh simpulan bahwa: (1) masyarakat Panggisari dalam kurun waktu 1970-2001 menunjukkan tingkat kehidupan sosial ekonomi yang semula masyarakatnya bertumpu pada bidang pertanian kemudian beralih menjadi pengrajin di Industri Batu Bata; (2) perubahan kehidupan ekonomi masyarakat Panggisari ke industri batu bata dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keinginan meningkatkan pendapatan keluarga, keterbatasan modal dan ketersediaan bahan baku utama tanah di Panggisari untuk membuat batu bata; (3) pengaruh yang diakibatkan oleh adanya Industri Batu Bata di desa Panggisari terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yaitu: dalam bidang sosial telah menumbuhkan kesadaran masyarakatnya terhadap arti penting pendidikan anak-anaknya. Di bidang ekonomi telah meningkatkan kesejahteraan dan memberi tambahan penghasilan pada keluarga sehingga tidak hanya kebutuhan primer yang terpenuhi. Hasil dari produk membuat batu bata, masyarakat Panggisari dapat memodali sendiri membangun rumah-rumah permanen dan mengisi rumahnya dengan pernak-pernik kelengkapannya. Mulai banyaknya kepemilikan warga akan alat transportasi seperti sepeda motor bahkan mobil dan transportasi/ angkutan umum. Selain itu telah menumbuhkan pola pikir dan perilaku masyarakat industri yang berorientasi ke arah masa depan dengan penghargaan uang lebih tinggi sehingga menggeser sistem kekerabatan pada masyarakatnya. Pola kekerabatan ini tampak pada masyarakat Panggisari yang lebih berorientasi untuk kegiatan gotong royong membangun sarana prasarana kelancaran industri dengan cara pemberian upah uang secara sokongan dari para pengrajin batu bata.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Industri Batu Bata, Pengaruh Sosial-Ekonomi
    Subjects: D History General and Old World > DS Asia
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 24 Aug 2011 19:58
    Last Modified: 24 Aug 2011 19:59

    Actions (login required)

    View Item