ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE)


MITA KONITA, 0401517019 (2020) ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE). Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of UPLOAD_MITA_KONITA.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (17MB) | Preview

Abstract

Konita, Mita. 2020. “Analisis Kemampuan Koneksi Matematis ditinjau dari Adversity Quotient pada Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE).”Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Mohammad Asikin, M.Pd., Pembimbing II Dr. Tri Sri Noor Asih, S.Si., M.Si Kata Kunci:Koneksi Matematis, Adversity Quotient, CORE. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan koneksi matematis dan adversity quotient peserta didik. Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) merupakan upaya untuk memperbaiki kemampuan koneksi matematis dan adversity quotient peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) mengetahui kualitas pembelajaran matematika; 2) mendeskripsikan kategori adversity quotient siswa pada kelas eksperimen; 3) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari adversity quotient. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu mixed method dan desain penelitian sequential explanatory. Variabel dalam penelitian ini yaitu kemampuan koneksi matematis dan adversity quotient. Pengumpulan data menggunakan tes, angket adversity quotient, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive sampling.Teknik analisis data kuantitatif dengan uji t untuk ketuntasan rata-rata, uji z untuk proporsi, dan uji t untuk beda rata-rata. Teknik analisis data kualitatif yaitu melalui tahap keabsahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peragkat pembelajaran valid dengan kategori sangat baik, model pembelajaran yang digunakan praktis dengan persentase kepraktisan 97%, kemampuan koneksii matematis siswa telah mencapai ketuntasan, hasil belajar siswa dalam kemampuan koneksi dengan model CORE lebih dari 75%, rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa kelas eksperimen lebih dari siswa kelas kontrol. Kemampuan koneksi matematis siswa pada setiap kategori adversity quotient memiliki kesamaan dan perbedaan, siswa kategori camper dan climber memiliki kesamaan mampu mengaplikasikan ide-ide matematika dalam konteks di luar matematika. Sedangkan perbedaan dari kedua kategori siswa climber mampu menggunakan keterkaitan antar ide-ide dalam matematika namun camper belum mampu memenuhi aspek tersebut terutama pada indikator menggunakan hubungan prinsip matematika satu dengan yang lainnya untuk prinsip atau formula baru yang diperlukan untuk menyelesaiakan masalah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Koneksi Matematis, Adversity Quotient, CORE.
Subjects: L Education > Special Education > Mathematics Education
Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika, S2
Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
Date Deposited: 16 Jun 2020 13:08
Last Modified: 16 Jun 2020 13:08
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/36815

Actions (login required)

View Item View Item