Analisis Kinerja Keuangan dalam Memprediksi Tingkat Kegagalan Usaha (Studi Kasus Penggunaan Metode Altman Guna Menganalisis Industri Rokok yang Terdaftar di BEJ),

Erwin Arisandy, 3364981669 (2005) Analisis Kinerja Keuangan dalam Memprediksi Tingkat Kegagalan Usaha (Studi Kasus Penggunaan Metode Altman Guna Menganalisis Industri Rokok yang Terdaftar di BEJ),. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Analisis Kinerja Keuangan dalam Memprediksi Tingkat Kegagalan Usaha (Studi Kasus Penggunaan Metode Altman Guna Menganalisis Industri Rokok yang Terdaftar di BEJ),) - Published Version
Download (64Kb)

    Abstract

    Tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba dan tujuan lain yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan usaha karena dapat memberikan gambaran dan harapan yang mantap di masa depan. Untuk mengetahui keberlanjutan usaha perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan dengan mengunakan metode Altman. Kelompok perusahaan industri rokok yang tercatat diBEJ periode 2001-2004 ada 4 perusahaan. Belum pulihnya kondisi perekonomian di Indonesia, gencarnya kegiatan kempanye anti rokok, dan di berlakukannya UU tentang tembakau; kadar nikotin dan tar dalam rokok dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha di sektor ini. Oleh karena itu perlu adanya kajian tentang keberlanjutan perusahaan industri rokok pada masa mendatang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah sejauhmana tingkat keberlanjutan usaha pada industri rokok yang tercatat di BEJ apabila dianalisis menggunakan metode Altman. Objek dalam penelitian ini adalah keberlanjutan usaha dengan subjek penelitiannya perusahaan indutri rokok yang terdaftar di BEJ. Variabel penelitian adalah rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam analisis diskriminan Altman Z-Score. Menggunakan sumber data sekunder dan pengumpulan data dengan metode dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis diskriminan Altman Z-Score, diolah dengan excel dan SPSS. Kinerja keuangan PT BAT Indonesia Tbk untuk tahun 2001 sampai tahun 2003 menunjukan kondisi aman tapi untuk tahun 2004 dengan nilai Z-Score sebesar 2,58 ada indikasi kinerja keuangan yang tidak baik dan keberlanjutan usaha tahun 2006 akan terganggu. Pada PT Gudang Garam Tbk untuk tahun 2001 sampai tahun 2004 kinerja keuangannya menunjukan ada indikasi keberlanjutan usaha. Begitu juga untuk kinerja keuangan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk tahun 2001 sampai tahun 2004 ada indikasi keberlanjutan usaha. Kinerja keuangan PT Bentoel Internasional Investama Tbk untuk tahun 2001 sampai 2004 ada indikasi keberlanjutan usaha. Kesimpulan dari hasil kajian yaitu pada dua tahun mendatang dari tahun 2001,2002,2003, dan 2004 perusahaan industri rokok yang ada indikasi keberlanjutan usaha adalah PT Gudang Garam Tbk, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Saran yang dapat disampaikan adalah dengan nilai ZScore yang diperoleh ketiga perusahaan tersebut dapat menjadi masukan bagi investor dan kreditor bahwa sangat aman untuk melakukan investasi pada ketiga kelompok perusahaan industri rokok tersebut untuk tahun-tahun berikutnya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 23 Aug 2011 03:14
    Last Modified: 23 Aug 2011 03:15

    Actions (login required)

    View Item