BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN GITAR TUNGGAL BATANG HARI SEMBILAN DALAM KEGIATAN SEDEKAH BUMI DI DUSUN BATU URIP KELURAHAN BATU URIP TABA KOTA LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN


Imelda Tri Andari , 2501415122 (2019) BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN GITAR TUNGGAL BATANG HARI SEMBILAN DALAM KEGIATAN SEDEKAH BUMI DI DUSUN BATU URIP KELURAHAN BATU URIP TABA KOTA LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN GITAR TUNGGAL BATANG HARI SEMBILAN DALAM KEGIATAN SEDEKAH BUMI DI DUSUN BATU URIP KELURAHAN BATU URIP TABA KOTA LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN]
Preview
PDF (BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN KESENIAN GITAR TUNGGAL BATANG HARI SEMBILAN DALAM KEGIATAN SEDEKAH BUMI DI DUSUN BATU URIP KELURAHAN BATU URIP TABA KOTA LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN) - Published Version
Download (871kB) | Preview

Abstract

Kebudayaan merupakan suatu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide dan makna historis yang diwujudkan dalam bentuk simbolik. Dalam budaya Melayu, ungkapan memegang peran penting yaitu berbentuk pantun. Pada Kesenian Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan merupakan kesenian tradisional berupa pantun yang di nyanyikan dan diringi menggunakan alat musik gitar akustik. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan Bentuk dan Fungsi pertunjukan kesenian Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan di dusun Batu Urip Kelurahan Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis dan interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka penelitian ini memperoleh hasil sebagai berikut: (1) Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan merupakan irama petikan gitar yang berisikan pantun. Pantun merupakan jati diri dan sangat berperan dikehidupan masyarakat. (2) Bentuk pertunjukan kesenian Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan dalam kegiatan Sedekah Bumi ditampilkan oleh 2-3 orang. Lirik pantun yang dinyanyikan diciptakan secara spontan dan di persiapkan terlebih dahulu. Bentuk lagu dalam kesenian ini pada umumnya memiliki bentuk A B. Struktur iringan permainan gitar dalam ini memiliki nada dasar yang tidak berubah yang sudah ditetapkan menjadi acuan bagi masyarakat yaitu nada F, dalam kesenian Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan ini permainan gitar menggunakan unsur nada pentatonis. (3) Fungsi pantun pada pertunjukan kesenian Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan yang awalnya di gunakan sebagai fungsi komunikasi pada saat ini mengalami perkembangan yaitu sebagai fungsi ritual, fungsi melestarikan budaya, fungsi hiburan, fungsi kesinambungan kebudayaan, fungsi sarana komunikasi dan fungsi pengungkapan emosional. Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti mengajukan saran-saran pada Kesenian Tradisional Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan yang merupakan salah satu aset budaya di Kota Lubuklinggau, meningkatkan kemampuan dalam olah musik khususnya untuk bisa berkolaborasi dengan alat musik modern tetapi tidak meninggalkan jati diri sebagai seni rakyat seni tradisional itu sendiri. Pada penyaji dalam kesenian ini perlu kaderisasi terhadap generasi muda untuk dibina sebagai generasi penerus sebab beberapa personil sudah tua mengingat di dalam kesenian ini terdapat sastra melayu berupa pantun harus di lestarikan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Bentuk, Fungsi, Gitar Tunggal Batang Hari Sembilan
Subjects: M Music and Books on Music > MT Musical instruction and study
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Musik)
Depositing User: budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 17 Mar 2020 12:23
Last Modified: 17 Mar 2020 12:23
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/35282

Actions (login required)

View Item View Item