MAKNA DAN FUNGSI RICIKAN PADA BUSANA WAYANG ORANG GAYA SURAKARTA


Andika Wahyu Kurniyawan , 2501414157 (2019) MAKNA DAN FUNGSI RICIKAN PADA BUSANA WAYANG ORANG GAYA SURAKARTA. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of MAKNA DAN FUNGSI RICIKAN PADA BUSANA WAYANG ORANG GAYA SURAKARTA]
Preview
PDF (MAKNA DAN FUNGSI RICIKAN PADA BUSANA WAYANG ORANG GAYA SURAKARTA) - Published Version
Download (3MB) | Preview

Abstract

Bentuk ricikan pada busana wayang orang gaya Surakarta memiliki motif yang diambil dari tumbuhan dan hewan. Bentuk ricikan pada busana wayang orang memiliki makna dan fungsi masing-masing. Makna merupakan simbol atau istilah yang digunakan sebagai tujuan komunikasi di kalangan masyarakat. Fungsi diartikan sebagai daya guna atau kegunaan. Fenomena yang terjadi pada beberapa penari yang kurang paham terhadap bentuk, makna dan fungsi ricikan pada busana wayang orang. Muncul tiga rumusan masalah yang mendasari penelitian yang berjudul ”Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Orang Gaya Surakarta”.Rumusan masalah yang dikaji peneliti yaitu bagaimanakah bentuk ricikan pada busana wayang orang gaya Surakarta, apakah makna ricikan pada busana wyang orang gaya Surakarta, dan apakah fungsi ricikan pada busana wayang orang gaya Surakarta. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mengetahui, memahami, dan mendiskripsikan bentuk, makna, dan fungsi ricikan pada busana wayang orang gaya Surakarta. Peneliti menggunakan pendekatan semiotik dan etik emik dalam menganalisis simbol dan tanda-tanda pada ricikan busana wayang orang gaya Surakarta. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi di Sanggar Gimo Pengrajin Busana Tari dan Wayang Orang. Hasil penelitian yaitu ricikan pada busana wayang orang gaya Surakarta memiliki bentuk tidak beraturan atau abstrak dengan motif atau ornamen tumbuhan dan hewan. Motif tumbuhan meliputi: bunga, akar-akaran, lung-lungan, buah, dan daun. Motif hewan meliputi: hewan besar, hewan bersayap, dan hewan mitologi. Ricikan busana wayang orang gaya Surakarta memiliki makna masingmasing, contohnya: sumping memiliki makna sebagai penyaring perkataan baik dan buruk. Ricikan busana wayang orang gaya Surakarta sebagian besar berfungsi sebagai accessories atau pelengkap. Saran peneliti kepada Sanggar Gimo agar tetap menjaga nilai pakem pada setiap pembuatan busana tari dan wayang orang, mengembangkan kreatifitas pembuatan ricikan pada busana tari tanpa meninggalkan nilai pakem pada busana tari. Kepada pengrajin agar tetap konsisten membuat karya baru dengan ide-ide yang menarik tanpa meninggalkan nilai pakem busana tari dan wayang orang.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Bentuk, Makna, Fungsi Ricikan
Subjects: N Fine Arts > NL Theater and Dance
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 13 Mar 2020 12:45
Last Modified: 13 Mar 2020 12:45
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/35240

Actions (login required)

View Item View Item