Persepsi Klien tentang Keefektifan Konselor dalam Melaksanakan Konseling Individual ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan Gender Konselor di SMA Negeri se-Kota Semarang Tahun Ajaran 2004/2005.

Kanthi Puji Solehhati, 1314980978 (2005) Persepsi Klien tentang Keefektifan Konselor dalam Melaksanakan Konseling Individual ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan Gender Konselor di SMA Negeri se-Kota Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pelaksanaan konseling individual hingga saat ini belum optimal, hal tersebut dapat dilihat dari masih adanya konselor sekolah dalam melaksanakan konseling individual kurang berprosedur/tidak sistematis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ) - Published Version
Download (92Kb)

    Abstract

    Pelaksanaan konseling individual hingga saat ini belum optimal, hal tersebut dapat dilihat dari masih adanya konselor sekolah dalam melaksanakan konseling individual kurang berprosedur/tidak sistematis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keefektifan dan perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan gender konselor menurut persepsi klien. Penelitian ini menggunakan studi populasi, yaitu siswa di SMA Negeri se-Kota Semarang yang sudah pernah memanfaatkan konseling individual dengan minimal dua kali tatap muka dalam satu penyelesaian masalah yang berjumlah 99 responden. Variabel penelitian adalah variabel tunggal yakni keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual. Metode pengumpul data adalah skala psikologi, dengan alat pengumpul data skala persepsi. Skala tersebut berisi pernyataan sebanyak 125 item, diberikan kepada 55 responden. Uji validitas dengan menggunakan rumus Product Moment. Uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha. Analisis data menggunakan Analisis Deskriptif dan Analisis Statistika Inferensial U Mann Whitney dan Kruskal Wallis. Hasil perhitungan penelitian mengatakan bahwa (1) Klien mempunyai persepsi yang positif (baik) terhadap keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari tingkat pendidikan (D3 BK = 2,66/67% dan S1 BK = 3,11/78%), pengalaman kerja (0 – 11 tahun = 2,62/66%, 12 - 23 tahun = 3,07/77%, dan > 24 tahun = 3,19/80%), dan gender konselor (wanita = 3,01/75% dan pria 3,14/79%). (2) Ada perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari tingkat pendidikan konselor D3 dan S1 bimbingan dan konseling menurut persepsi klien (Zhitung = -2,561 < -Ztabel = -1,96) pada taraf signifikan 5% dengan U = 19. (3) Ada perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari pengalaman kerja konselor 0 tahun – 11 tahun dengan konselor dengan masa kerja 12 tahun – 23 tahun dan > 24 tahun menurut persepsi klien (chitung = 7,532 > c²tabel = 5,99) dan (Zhitung = -2,448 < -Ztabel = -1,96) pada taraf signifikan 5% dengan U = 9 dan (Zhitung = -2,552 < -Ztabel = -1,96) pada taraf signifikan 5% dengan U = 1. (4) Tidak ada perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari gender konselor pria dan wanita menurut persepsi klien (Zhitung = -0,849 < Ztabel = 1,96) pada taraf signifikan 5% dengan U = 87. Simpulan: (1) Klien mempunyai persepsi yang positif terhadap keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan gender konselor. (2) Ada perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari tingkat pendidikan dan pengalaman kerja konselor menurut persepsi klien. (3) Tidak ada perbedaan keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual ditinjau dari gender konselor menurut persepsi klien. Saran: Untuk meningkatkan profesionalisme konselor di sekolah khususnya konselor dengan tingkat pendidikan D3 BK dapat dilakukan melalui kegiatan ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling seperti seminar, loka karya, penataran, work shop, diskusi-diskusi melalui MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling), maupun dengan melanjutkan studi ke jenjang S1 bimbingan dan konseling. Pengetahuan, keterampilan dan kualitas kepribadian akan diperoleh melalui pengalaman kerja, maka hendaknya konselor di sekolah dapat melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling, khususnya konseling individual dengan sebaik-baiknya. Sedangkan bagi peneliti lain sebagai dasar pijakan untuk penelitian lanjutan dengan menambah variabel yang diteliti seperti motivasi kerja, sarana-prasarana, kerja sama antar konselor dan variabel yang lainnya, sehingga diperoleh jawaban yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan konselor dalam melaksanakan konseling individual.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 16 Aug 2011 02:13
    Last Modified: 16 Aug 2011 02:13

    Actions (login required)

    View Item