Hubungan antara sikap remaja terhadap merokok dengan kebiasaan merokok pada remaja (penelitian pada siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Jasinga Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2004/2005)

Iqbal Soamole, 1314000026 (2005) Hubungan antara sikap remaja terhadap merokok dengan kebiasaan merokok pada remaja (penelitian pada siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Jasinga Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2004/2005). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Hubungan antara sikap remaja terhadap merokok dengan kebiasaan merokok pada remaja (penelitian pada siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Jasinga Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2004/2005)) - Published Version
Download (381Kb)

    Abstract

    Merokok merupakan kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh banyak orang, walaupun sering ditulis di surat-surat kabar, majalah dan media masa lain yang menyatakan bahayanya merokok. Dewasa ini di Indonesia kegiatan merokok seringkali dilakukan individu dimulai di sekolah menengah pertama, bahkan mungkin sebelumnya. Kita sering melihat di jalan atau tempat yang biasanya dijadikan sebagai tempat “nongkrong” anak-anak tingkat sekolah menengah banyak siswa yang merokok. Pada saat anak duduk di sekolah menengah atas, kebanyakan pada siswa laki-laki merokok merupakan kegiatan yang menjadi kegiatan sosialnya. Menurut mereka merokok merupakan lambang pergaulan bagi mereka. Banyak remaja yang mengangap bahwa dengan merokok mereka akan terlihat dewasa atau gagah. Selain itu juga, remaja cenderung ingin melakukan apa yang sering dilakukan oleh orang dewasa termasuk merokok. Berkaitan dengan fenomena tersebut, timbul keinginan penulis untuk meneliti tentang “Hubungan Antara Sikap Remaja Terhadap Merokok Dengan Kebiasaan Merokok Pada Remaja (Penelitian Pada Siswa Laki-laki di SMA Negeri 1 Jasinga Kabupaten Bogor Pada Tahun Pelajaran 2004/2005)”. Populasi penelitian ini adalah siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Jasingan Kabupaten Bogor tahun Pelajaran 2004/2005 yang memiliki kebiasaan merokok berjumlah 90 siswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik sampel total sampling, dalam artian seluruh anggota populasi dijadikan sebagai anggota sampel penelitian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 68,89% siswa atau 62 siswa dari 90 siswa yang dijadikan sampel penelitian memiliki sikap yang baik terhadap merokok (tidak setuju terhadap merokok). Selain itu juga, didapat 76,67% siswa atau 69 siswa dari 90 siswa yang dijadikan sampel memiliki kebiasaan merokok yang tinggi. Dalam analisis korelasi didapat hitung G sebesar -0.127 dan tabel G dengan N= 90 diperoleh 0.207, dari data tersebut didapat r xy < r tabel, maka dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi tidak signifikan Dengan demikian, hipotesis yang berbunyi “Ada hubungan antara sikap remaja terhadap merokok dengan kebiasaan merokok pada remaja” tidak terbukti atau ditolak. Berkaitan dengan hasil penelitian di atas penulis dapat mengajukan saran antara lain : 1) Keinginan untuk berhenti merokok harus tumbuh dari dalam diri sendiri, sebaik apapun sikap remaja terhadap kebiasaan merokok tanpa diikuti adanya keinginan untuk mengurangi atau berhenti dari kebiasaan merokok, maka apapun usaha yang dilakukan pihak sekolah maupun orang tua dalam mencegah remaja merokok tidak akan diperhatikan karena kebiasaa merokok pada remaja sudah termasuk salah satu jenis kenakalan pada remaja 2) Bagi lembaga Bimbingan dan Konseling di sekolah memerlukan adanya atau bahkan peningkatan kerja sama dengan instansi terkait sebagai nara sumber untuk memberikan layanan informasi, yang diharapkan dapat menumbuhkan keinginan pada diri remaja untuk mengurangi atau meninggalkan kebiasaan merokoknya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 16 Aug 2011 01:25
    Last Modified: 16 Aug 2011 01:25

    Actions (login required)

    View Item