“Memaksimalkan Hasil Belajar Siswa dengan Pendekatan CTL di SMP Negeri 2 Brangsong Kendal”.

Ema Novianisari, 3201401045 (2005) “Memaksimalkan Hasil Belajar Siswa dengan Pendekatan CTL di SMP Negeri 2 Brangsong Kendal”. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (“Memaksimalkan Hasil Belajar Siswa dengan Pendekatan CTL di SMP Negeri 2 Brangsong Kendal”.) - Published Version
Download (307Kb)

    Abstract

    Observasi awal menunjukkan bahwa sistem pembelajaran yang ada di SMP N 2 Brangsong adalah pembelajaran yang mentransfer pengetahuan pada anak didik, sehingga banyak siswa yang hanya menghafal teori tetapi tidak memahami isi dari materi yang disampaikan. Nilai mata pelajaran geografi di SMP Negeri 2 Brangsong Kendal rata-rata masih rendah sebab pembelajaran yang dilaksanakan sehari-hari masih menggunakan pendekatan konvensional dalam proses pembelajaranya, sedangkan pendekatan CTL bila digunakan dalam pembelajaran akan dapat memenuhi kebutuhan siswa sebab CTL merupakan pendekatan pembelajaran baru yang menunutut keaktifaan guru dan siswa atau menuntun siswa untuk menemukan sendiri kandungan materi pelajaran dengan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai sejauh mana pendekatan CTL dapat memaksimalkan hasil belajar siswa kelas I SMP Negeri 2 Brangsong Tahun ajaran 2004/2005 dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Geografi pokok bahasan “Papua Nugini”. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan ketentuan kelas I-C sebagai kelas kontrol dan kelas I-D sebagai kelas eksperimen yang sebelumnya telah disamakan terlebih dahulu dengan menggunakan nilai pre test. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola randomized group pre test-post test. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan bulan Mei 2005. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas I SMP Negeri 2 Brangsong Kendal tahun ajaran 2004/2005 dengan jumlah 189 siswa, pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sample yaitu pemilihan sampel berdasarkan tujuan yaitu untuk memperoleh data awal yang berangkat dari kondisi awal yang hampir sama sehingga didapatkan 2 buah kelompok yaitu kelompok eksperimen yaitu kelas I-D dan kelompok kontrol yaitu kelas I-C. Sebelum pelaksanaan eksperimen maka instrumen yang berupa soal-soal tes tersebut di uji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. Dari 35 soal yang telah diuji cobakan yang dinyatakan valid 30 soal yang selanjutnya akan digunakan dalam penelitian. Dari analisis reliabilitas diperoleh r tabel 0,294 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen yang akan digunakan dalam penelitian bersifat reliabel. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, observasi, dan angket. Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah dengan t test. Dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata pre tes untuk kelompok eksperimen adalah 4,63 dan kelompok kontrol adalah 4,78. Sedangkan hasil ratarata post test kelompok eksperimen sebesar 7,07 dan rata-rata kelompok kontrol 5,94. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum eksperimen dilakukan hasil tesebut berdistribusi normal, mempunyai tingkat varians yang sama, sedangkan untuk uji kesamaan dua rata-rata diperoleh hitung t = 0,78 dengan taraf signifiasi 5% diperoleh . tabel t = 1,99, karena hitung tabel t < t maka Ho diterima yang artinya tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan anatar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dari hasil belajar atau post tes menunjukkan rata-rata hasil belajar dari kelompok kontrol adalah 5,94 sedangkan untuk eksprimen adalah 7,07 kedua kelompok tersebut berdistribusi normal, mempunyai varians yang sama. Untuk pengujian hipotesis hasil belajar anatara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan uji perbedaan dengan uji t. dari hasil belajar tersebut diperoleh hitung t = 5,231 dengan dk=78 dan taraf signifikasi 5% maka diperoleh tabel t = 1,66, karena hitung tabel t < t maka ketentuanya adalah Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa . Atau Siswa yang diberi pendekatan CTL hasil belajarnya lebih baik dari siswa yang diberi pendekatan pembelajaran konvensional. Hasil observasi tentang pembelajaran CTL menunjukkan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual menghasilkan skor rata-rata 3, ini berarti bahwa pendekatan kontekstual yang difokuskan pada aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaraan berlangsung secara baik. Sedangkan hasil dari tanggapan siswa diperoleh siswa memberi tanggapan pembelajaran sebelumya oleh guru mata pelajaran adalah cukup, dan diperoleh tanggapan setelah pembelajaran dengan pendekatan CTL pembelajaran berlangsung sangat baik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS Geografi pada pokok bahasan Papua Nugini lebih maksimal dengan menggunakan pembelajaran CTL daripada dengan pembelajaran konvensional. Saran yang dapat diberikan adalah: Kepada guru di SMP hendaknya mengembangkan kreatifitas dalam melaksanakan pembelajaran yang diantaranya menerapkan pendekatan CTL dalam mata pelajaran geografi dan mata pelajaran yang lainya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pendekatan CTL, Pembelajaran Geografi, Hasil belajar
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: UNSPECIFIED
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 27 Mar 2011 21:04
    Last Modified: 24 Apr 2015 23:59

    Actions (login required)

    View Item