Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang.

Arif Wahyu Himawan, 6450401007 (2006) Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang.) - Published Version
Download (25Kb)

    Abstract

    Arif Wahyu Himawan, 2006. Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang. Skripsi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. Masalah kurang gizi masih merupakan masalah pokok masyarakat dari dulu hingga sekarang dengan berbagai faktor yang mendukung masih sangat kompleks. Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat sehingga memerlukan perhatian yang lebih untuk kondisi kesehatannya. Status gizi yang dipengaruhi oleh masukan zat gizi, secara tidak langsung dipengaruhi oleh karakteristik keluarga khususnya ibu. Karakteristik ibu ikut menentukan keadaan gizi anak balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu yang dalam hal ini berupa karakteristik umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan paritas ibu di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang. Jenis penelitian bersifat explanatory research (penelitian penjelasan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang mempunyai balita di Kelurahan Sekaran dengan sampel sebanyak 90 ibu dan balita. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri (BB), penyebaran kuesioner dan wawancara kepada ibu balita. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu hamil terbanyak pada umur 20-35 tahun (72,2%), pendidikan ibu tergolong rendah < 9 tahun (45,6%), status pekerjaan ibu diluar rumah < 6 jam (76,7%), pengetahuan ibu rata-rata baik (74,4%) dan paritas ibu < 4 anak (82,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pekerjaan ibu (X2: 13,923 > X2 tabel: 3,481,p: 0,000 < 0,05), pengetahuan ibu (X2: 7,416 > X2 tabel: 3,481,p: 0,000 < 0,05), paritas ibu (X2: 12,950> X2 tabel: 3,481,p: 0,000 < 0,05) dengan status gizi balita. Tidak ada hubungan antara umur ibu (X2: 0,119 < X2 tabel: 3,481,p: 0,730 > 0,05), pendidikan ibu (X2: 2,809 < X2 tabel: 5,591,p: 0,245 > 0,05) dengan status gizi balita. Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan adanya usaha untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan yang dapat dilakukan melalui penyuluhan tentang gizi dan kesehatan serta penyuluhan tentang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan cara kunjungan rumah oleh bidan desa setempat atau petugas gizi dari wilayah setempat. Bagi ibu yang mempunyai balita dan harus meninggalkan balita karena kegiatan atau kesibukan diluar rumah, alangkah baiknya balita yang ditinggalkan dapat dipercayakan kepada pengasuh atau anggota keluarga yang lain untuk dirawat dan diberi konsumsi makanan yang baik. Peningkatan keaktifan bagi ibu balita dalam kegiatan posyandu,untuk memantau pertumbuhan balita dan dapat meningkatkan kesehatan bagi anak balitanya

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Karakteristik Ibu, Status Gizi Balita
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Kesehatan Masyarakat, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 15 Aug 2011 02:33
    Last Modified: 15 Aug 2011 02:34

    Actions (login required)

    View Item