Faktor-faktor yang Menentukan Keberhasilan Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Perumnas Tlogosari Semarang Timur.”

Edy Turlamy, 1201401063 (2006) Faktor-faktor yang Menentukan Keberhasilan Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Perumnas Tlogosari Semarang Timur.”. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Faktor-faktor yang Menentukan Keberhasilan Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Perumnas Tlogosari Semarang Timur.”) - Published Version
Download (16Kb)

    Abstract

    Latar Belakang Masalah, faktor utama pendorong tumbuhnya para PKL merupakan prosentase terbesar adalah korban ketidak beruntungan mereka dalam soal ekonomi. Mereka adalah korban-korban PHK dan sekelompok warga masyarakat yang menjadi terpuruk akibat belum pulihnya kondisi perekonomian. Jalan satu-satunya yang dipandang efektif berjuang dari kesulitan itu, hanya dengan jalan wira usaha. Jadilah mereka PKL-PKL yang banyak menempati ruas jalan di kota Semarang khususnya di Perumnas Tlogosari Semarang. Mereka dihadapkan pada beraneka ragam tingkat.permasalahan. Untuk itulah penulis ingin meneliti salah satu permasalahan yang ada di PKL yang dapat menentukan keberhasilan usahanya. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menentukan keberhasilan usaha PKL dalam menjual barang dagangannya dan mengetahui kiat-kiat PKL dalam mengoptimalkan kelancaran dalam menjual barang dagangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Populasinya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Semarang Timur. Sebagai sampel yang digunakan adalah 40 responden PKL di Perumas Tlogosari Semarang Timur.. Dengan Teknik Analisa Data, adalah Analisa Diskriptif Prosentase. Hasil Penelitian adalah faktor-faktor yang dapat menentukan keberhasilan usaha PKL dalam menjual barang dagangannya adalah Lokasi Usaha, yaitu kemudahan dijangkau sangat mudah 50% (20 responden), pengadaan barang: sangat mudah 45% (18 responden) , sarana dan alat transportasi mudah 47.5% (19 responden). Pelayanan penjualan, yaitu keramah pedagang ramah 47.5% (19 responden), keaktifan melayani pembeli aktif 50%(20 responden), kepuaskan konsumen puas 50%(20 responden).. Modal, sumber modal pinjaman keluarga 50%(20 responden), besar modal pertama sekitar Rp.500.000-600.000,- 40%(16 responden), harapan bantuan modal mudah 47.5%(19 responden). Pembeli, yaitu barang yang akan dibeli sangat menunjang pembeli 45%(18 responden), jumlah barang yang dibeli mencukupi 42.5%(17 responden), banyak pembeli sering sekali 45%(18 responden). Pesaing, yaitu tingkat pesaing sangat besar 42.5%(17 responden), usaha menghadapi pesaing: sangat berusaha 52.5%(21 responden), keadaan untuk mempertahankan sangat baik 50% (20 Responden ). Sebagai penutup penulis menyarankan agar peran Perbankan ( baik Bank Swasta maupun Bank Pemerintah) diharapkan untuk memberikan informasi kepada PKL, dalam hal memenuhi kebutuhan modal, dengan cara memberikan subsidi berupa pemberian kemudahan pinjaman berupa kredit berjangka yang sesuai dengan perputaran usahanya. Dalam menjual barang dagangannya, PKL harus memperhatikan pelayanannya, karena pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usahanya. Mengenai masalah keuangan para PKL hendaknya memisahkan antara pengeluaran modal kerja dengan pengeluaran pribadi. Oleh karenanya apabila modal digunakan secara efektif maka kebutuhan akan modal usaha PKL dapat terjamin baik, sehingga kegiatan usaha akan lancar. Hal ini akan mempengaruhi keberhasilan usaha.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 15 Aug 2011 02:03
    Last Modified: 15 Aug 2011 02:03

    Actions (login required)

    View Item