PROFIL WIRAUSAHA KERAJINAN SANGKAR BURUNG (Kasus pada Keluarga Pengrajin Sangkar Burung di Dukuh Wungu Kelurahan Megawon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus)

Abdul Malik,, 1201401014 (2006) PROFIL WIRAUSAHA KERAJINAN SANGKAR BURUNG (Kasus pada Keluarga Pengrajin Sangkar Burung di Dukuh Wungu Kelurahan Megawon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PROFIL WIRAUSAHA KERAJINAN SANGKAR BURUNG (Kasus pada Keluarga Pengrajin Sangkar Burung di Dukuh Wungu Kelurahan Megawon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus)) - Published Version
Download (18Kb)

    Abstract

    Permasalahan dalam penelitian ini adalah perolehan keterampilan membuat sangkar, bahan untuk membuat sangkar, peralatannya, proses produksinya, permodalannya, karyawannya, prospek jangka panjangnya, hingga peranannya dalam pemenuhan kebutuhan keluarga serta permasalahan yang berhubungan dengan bidang PLS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan. Penelitian mengambil subjek lima keluarga pengrajin sangkar di dukuh Wungu. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman, dimana peneliti bergerak diantara empat kumparan (pengumpulan data lapangan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian berupa keadaan umum desa Megawon yang berisi tentang kondisi geografis, penduduk dan pemerintahannya. Hasil lainnya adalah adalah keterampilan membuat sangkar diperoleh dari secara turun temurun dalam lingkungan keluarga dengan cara menjadi karyawannya. Bahan untuk membuat sangkar berupa kayu jati yang didapatkan dari Jepara, bambu dari desa Jepang, triplek, paku dan lem cukup dari Kudus. Peralatan yang digunakan diantaranya gergaji serkel, gergaji bobok, gergaji tangan, bor, kaoto, tang, gunting, serut, palu, dowel/pensil, amplas, pisau, mal, jeblokan dan siku. Proses produksi mulai dari membelah kayu jati maupun bambu, memotong sesuai ukuran, hingga merakit dan memberi jeruji serta membakarnya dengan spritus. Permodalan dalam usaha sangkar awalnya berasal dari tabungan milik pribadi, untuk selanjutnya ada yang memanfaatkan pinjaman dari bank. Karyawan yang bekerja umumnya adalah anggota keluarga dengan sistem upah borongan (50:50 atau 75:25). Pemasaran dilakukan dengan cara mengirimkan ke pedagang di pasar Johar Kudus. Hambatan dalam pemasaran adalah sepinya pembeli pada musim penghujan. Penghasilan dari usaha ini sangat berperan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga terutama bagi pengrajin yang tidak memiliki usaha lain di luar sebagai pengrajin sangkar burung. Prospek usaha ini kurang bagus karena bahan baku yang semakin mahal dan langka serta semakin punahnya populasi burung ocehan. Kegiatan membuat sangkar ini dapat dikategorikan sebagai salah satu kegiatan KBU yang merupakan program PLS. Peran lembaga PLS pada saat ini belum ada. Rekomendasi untuk pengrajin agar membentuk suatu kelompok atau paguyuban yang berfungsi sebagai wadah advokasi, koordinasi dan konsultasi untuk kesejahteraan para pengrajin. Melalui paguyuban ini pula diharapkan hambatan pemasaran akan teratasi dengan memperluas jaringan pemasaran.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: wirausaha, kerajinan
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah, S1
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 15 Aug 2011 01:37
    Last Modified: 15 Aug 2011 01:38

    Actions (login required)

    View Item