KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS PADA SISWA KELAS VIII


Laily Widya Paramita , 4101413029 (2017) KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS PADA SISWA KELAS VIII. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 4101413029.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (680kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran SSCS efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis serta mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari adversity quotient pada model pembelajaran SSCS. Metode penelitian adalah mixed methods dengan desain concurrent triangulation. Pada penelitian kuantitatif, populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kudus, secara random sampling terpilih dua kelas yaitu kelas VIII B sebagai kelas yang menggunakan model pembelajaran SSCS dan kelas VIII C sebagai kelas yang menggunakan model pembelajaran ekspositori. Pada penelitian kualitatif, subjek penelitian terdiri dari 8 siswa yaitu 2 subjek quitters, 3 subjek campers, dan 3 subjek climbers berdasarkan skor skala adversity quotient pada kelas VIII B yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data kuantitatif meliputi uji prasyarat analisis data dan analisis data penelitian. Sedangkan teknik analisis data kualitatif meliputi analisis sebelum di lapangan dan analisis selama di lapangan dengan model Miles dan Huberman. Data dalam penelitian kuantitatif diperoleh dengan menggunakan metode observasi, dan tes. Dalam penelitian kualitatif data diperoleh menggunakan metode angket dan wawancara. Hasil penelitian kuantitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran SSCS mencapai ketuntasan baik secara individual maupun klasikal; (2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran SSCS lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran ekspositori. Sedangkan untuk hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa: (1) subjek quitters cenderung belum mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis; (2) subjek campers cenderung mampu memenuhi dua indikator yaitu kemampuan menyatakan suatu situasi ke dalam bahasa matematik dan kemampuan menggambarkan ide matematis secara visual; (3) subjek climbers mampu memenuhi semua indikator yaitu kemampuan menyatakan suatu situasi ke dalam bahasa matematik, kemampuan menggambarkan ide matematis secara visual, kemampuan menjelaskan ide matematis secara tertulis, dan kemapuan mengevaluasi ide matematis secara tertulis.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Komunikasi Matematis, Adversity Quotient, Model Pembelajaran SSCS
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
L Education > Special Education > Mathematics Education
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Pendidikan Matematika, S1
Depositing User: Users 7 not found.
Date Deposited: 03 Jan 2019 16:48
Last Modified: 03 Jan 2019 16:49
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/32103

Actions (login required)

View Item View Item