PERILAKU SOSIAL EKONOMI PETANI PEDESAAN MENGHADAPI MODERNISASI PERTANIAN DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP


Resti Bona Yulita, 3401413001 (2017) PERILAKU SOSIAL EKONOMI PETANI PEDESAAN MENGHADAPI MODERNISASI PERTANIAN DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3401413001.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Modernisasi pertanian mulai masuk ke Desa Karanggintung pada sekitar tahun 2000-an sejak mulai digunakannya traktor oleh sebagian besar petani. Masuknya sistem pertanian modern mulai mengubah cara dan pandangan petani dalam proses produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perilaku sosial ekonomi petani dalam menghadapi tantangan modernisasi, (2) mengetahui alasan ikatan sosial petani tetap terjaga di tengah modernisasi, (3) mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam menjaga ikatan sosial di tengah modernisasi pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Subjek penelitian adalah petani di Desa Karanggintung. Informan utama dalam penelitian ini yaitu petani pemilik lahan dan buruh tani. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah ketua kelompok tani dan kepala desa. Pengumpulan data menggunaka dokumentasi,observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari Coleman dan moral ekonomi petani dari Scott sebagai landasan teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) petani di Desa Karanggintung sudah menggunakan alat pertanian modern karena efektif dan efisien, namun ada yang masih menggunakan cara tradisional karena luas lahan yang terbatas. (2) Petani mengadakan kegiatan-kegiatan sosial agar tetap menjaga ikatan sosial seperti kelompok tani dan arisan padi. (3) Kendala yang dihadapi petani menjaga ikatan sosial adalah kesadaran petani sendiri untuk menjaga hubungan sosial dengan petani lainnya seperti tidak menghadiri pertemuan rutin kelompok tani. Saran yang peneliti rekomendasikan dalam penelitian ini adalah (1) bagi peserta arisan padi, untuk bisa menjaga kepercayaan sesama peserta arisan padi dengan selalu menyetorkan gabah dengan kondisi baik, tidak gabah yang sudah ditimbun lama agar tidak ada peserta arisan padi yang merasa dirugikan. (2) bagi pemerintah desa maupun daerah untuk tidak memberikan jarak terutama dalam pendistribuan bantuan sehingga hubungan pemerintah dengan petani menjadi semakin baik dan mengoptimalkan peran kelompok tani. --------- The modernization of agriculture has began to enter the Karanggintung village in the early 2000s since the tractor began to be used by most farmers. The entry of modern farming systems began to change the ways and views of farmers in the process of rice production. This study aims (1) to know the socio-economic behavior of farmers in facing the challenges of modernization. (2) to know the reason for the social bonds of farmers is maintained in the midst of modernization. (3) to know the obstacless faced by farmers in maintaining social bound in the middle of agricultural modernization. The research method used is qualitative research. The research is located in Karanggintung Village, Gandrungmangu District, Cilacap Regency. The subjects of research were farmers in Karanggintung Village. The main informants in this study are landowners and farm laborers. The supporting informants in this study were the head of the farmer group and the village head. Collecting data used observation and documentation. Data analysis used qualitative data analysis method consisted of data collection, data reduction, data presentation and conclusion. This research used the rational choice theory of Coleman and farmer economic morale from Scott as the theoretical basis. The results showed that socio-economic behavior of farmers was divided into two characteristics: the farmers who already use modern farming systems and farmers who still maintain the traditional farming system. The social bond in the middle of agricultural modernization gradually becomes tenuous due to several factors, but farmers still make efforts to keep social bonds maintained by conducting routine activities such as groups and social gathering whose contribute to and take turns at winning (arisan) rice. The obstacle faced by farmers in keeping their social bonds intact are the emergence of social jealousy among farmers and lack of awareness for mutual social relations. The suggestions that researchers recommend to this research are (1) For the participants of rice social gathering, to be able to maintain trust among the participants of rice social gathering by always depositing the grain with good condition, not grain that has been stockpiled long so there is no participants arisan rice that feel harmed. (2) For the Government, both village and local governments, to provide an approach to farmer groups and not to provide gap especially in the aid distribution so that government relations with farmers become better and optimize the role of farmer groups.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Modernisasi Pertanian, Perilaku, Sosial-ekonomi, Agricultural Modernization, Behavior, Socio-economic,.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Citizenship
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Users 7 not found.
Date Deposited: 18 Dec 2018 15:10
Last Modified: 04 Apr 2019 17:17
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31955

Actions (login required)

View Item View Item