PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN TOKOH BUTO CAKIL MELALUI CERITA BAMBANGAN OLEH DALANG MAGUWON DI SANGGAR SIHING KRIDA MURTI KABUPATEN PATI


Danuh Yandiozy Pautraka , 2501411029 (2017) PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN TOKOH BUTO CAKIL MELALUI CERITA BAMBANGAN OLEH DALANG MAGUWON DI SANGGAR SIHING KRIDA MURTI KABUPATEN PATI. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN TOKOH BUTO CAKIL MELALUI CERITA BAMBANGAN OLEH DALANG MAGUWON DI SANGGAR SIHING KRIDA MURTI KABUPATEN PATI]
Preview
PDF (PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN TOKOH BUTO CAKIL MELALUI CERITA BAMBANGAN OLEH DALANG MAGUWON DI SANGGAR SIHING KRIDA MURTI KABUPATEN PATI) - Published Version
Download (253kB) | Preview

Abstract

Penanaman nilai berlangsung sejak kecil dan berlangsung sepanjang hayat individu dalam kehidupan sosial dan penanaman nilai terjadi melalui dan atau bersamaan dengan proses sosialisasi dan enkulturasi. Masalah yang diambil adalah bagaimana pemahaman dan penanaman nilai positif (kepahlawanan) dan negatif (keangkara murkaan) tokoh Buto Cakil dalam cerita Bambangan oleh dalang Maguwon di sanggar Sihing Krida Murti. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik. Lokasi penelitian dilakukan di sanggar Sihing Krida Murti Kelurahan Parenggan Kabupaten Pati. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data ada tiga yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Data yang ada kemudian dianalisis melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian di lapangan dari sanggar Sihing Krida Murti mengenai (1) pemahaman nilai positif (kepahlawanan) dan negatif (keangkara murkaan) tokoh Buto Cakil melalui cerita Bambangan oleh dalang Maguwon, yaitu rela berkorban, setia dan taat dan terakhir sebagai lambang penguji iman ksatria dan (2) penanaman nilai positif (kepahlawanan) dan negatif (keangkara murkaan) tokoh Buto Cakil melalui cerita Bambangan oleh dalang Maguwon di sanggar Sihing Krida Murti, yaitu pantang menyerah, berani untuk bangkit dan berusaha jika mengalami kegagalan. Rela berkorban, dilihat dari aspek bermasyarakat dengan cara gotong royong dalam pembangunan desa. Setia memiliki loyalitas membela negara tanah air tercinta. Berani sebagai murid harus berani bersikap jujur dalam ujian, berani dalam mengajukan pendapat. Berani sebagai pemimpin, misalnya berani menegakkan hukum dan berani dalam mengambil keputusan. Jujur sebagai murid contohnya jujur dalam mengerjakan ujian untuk tidak menyontek. Tegas dalam mengambil keputusan. Contoh adalah polisi harus tegas dalam menegakkan hukum. Contoh guru tegas dalam memberikan teguran kepada murid jika ada yang bersalah. Contoh pemimpin, tegas dalam mengambil keputusan seperti memberantas para koruptor Saran penelitian bagi Dalang Maguwon dapat menularkan ilmunya terhadap generasi anak muda di Pati, supaya terdapat penerus di dalam kesenian pedalangan dan dapat memberikan pengetahuan dan teori mengenai nilai kepahlawanan tokoh Buto Cakil tidak hanya melalui cerita Bambangan saja tetapi juga melalui lakon cerita yang lain.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: nilai kepahlawanan, buto cakil, wayang
Subjects: N Fine Arts > NL Theater and Dance
N Fine Arts > NN Music
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
Depositing User: Retma IF UPT Perpus
Date Deposited: 26 Jun 2019 20:07
Last Modified: 26 Jun 2019 20:07
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31947

Actions (login required)

View Item View Item