PROGRAM BANK SAMPAH DI KECAMATAN BATANG SEBAGAI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH


Jafar Arifin, 3312413050 (2017) PROGRAM BANK SAMPAH DI KECAMATAN BATANG SEBAGAI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3312413050.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (884kB) | Preview

Abstract

Masalah sampah perkotaan merupakan masalah yang selalu hangat dibicarakan baik di Indonesia maupun kota-kota didunia, karena hampir semua kota menghadapi masalah persampahan termasuk Kabupaten Batang. Pemerintah Kabupaten Batang telah berupaya aktif dalam penanganan permasalahan sampah, salah satunya dengan menerbitkan Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah. Bentuk dari implementasi dari perda tersebut salah satunya adalah dengan pendirian bank sampah. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi kebijakan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Batang melalui program bank sampah di Kecamatan Batang dalam perspektif teori George C. Edward III, (2) 2. Sejauhmana kontribusi modal sosial dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Batang dan beberapa bank sampah yang ada di Kecamatan Batang. Sumber data yaitu dengan data primer dan sekunder. Untuk memperoleh validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Simpulan dari penelitian ini menunjukan, komunikasi yang dilakukan oleh BLH dilakukan dalam sosialisasi yang dilakukan dibeberapa desa. Sumber daya manusia kurang memadai, karena ada lima bank sampah yang berhenti beroperasi karena tidak ada yang mau mengurus. Kemudian BLH Kabupaten Batang sudah berusaha meningkatkan SDM dengan melakukan beberapa pelatihan di berbagai desa. BLH sudah memberikan beberapa fasilitas kepada bank sampah seperti tetapi belum merata. Komitmen dari pengurus bank sampah cukup positif, walaupun tanpa gaji mereka tetap bersedia menjadi pengurus bank sampah. Standar Operating Prosedur yang digunakan mengacu pada Permen LH No. 13 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse,dan recycle melalui bank sampah. Sedangkan kontribusi modal sosial memberikan sumbangan positif dalam keberlangsungan bank sampah di Kecamatan Batang. Saran yang diajukan peneliti yaitu 1) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Batang hendaknya memberikan sarana dan prasarana yang lebih merata. Biaya dalam penganggaran fasilitas bisa melibatkan pihak swasta atau CSR.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Implementasi Kebijakan, Modal Sosial, Badan Lingkungan Hidup, Bank Sampah
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography > Waste Management
J Political Science > JS Local government Municipal government
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
Date Deposited: 14 Dec 2018 13:37
Last Modified: 02 Apr 2019 18:41
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31910

Actions (login required)

View Item View Item