PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS VII DI SMP NEGERI 10 SEMARANG


Utari Pangestuti, 3301413106 (2017) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS VII DI SMP NEGERI 10 SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3301413106.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (506kB) | Preview

Abstract

Banyak peserta didik yang berpersepsi bahwa mata pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang membosankan, sulit dimengerti, bahkan cenderung mengantuk ketika belajar mata pelajaran PPKn dan pasif. guru di SMP Negeri 10 Semarang menciptakan situasi belajar yang menyenangkan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif snowball throwing dan model pembelajaran kooperatif jigsaw yang diterapkan dalam materi pokok bahasan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harapannya, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif peserta didik termotivasi untuk belajar PPKn dan dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab pada diri peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran PPKn kelas VII di SMP Negeri 10 Semarang. (2) Hambatan-hambatan apakah yang dihadapi dalam penerapan model kooperatif pada mata pelajaran PPKn kelas VII di SMP Negeri 10 Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di SMP Negeri 10 Semarang. Sumber data penelitian adalah data informan, dokumen dan peristiwa proses pembelajaran. Metode pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, wawancara langsung. Pengujian validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi teknik. teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan model interaktif analisis data . Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Pertama, Penerapan model pembelajaran kooperatif dilakukan dengan langkah perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Kedua, pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing dan Jigsaw yang diterapkan guru PPKn SMP Negeri 10 Semarang peserta didik lebih aktif dan bertanggung jawab atas kelompoknya. kemudian dalam pelaksanaannya guru jarang melakukan kegiatan penutup. Ketiga, penilaian model pembelajaran kooperatif yang digunakan guru yaitu berupa penilaian sikap dengan teknik observasi, penilaian pengetahuan dengan teknis tes tertulis dalam bentuk uraian, penilaian keterampilan dengan teknik kinerja. (2) Hambatanhambatan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Pertama, Guru sulit menentukan/memilih media sehingga harus mencari media yang bisa dicetak, Kedua, guru kurang bisa mengelola waktu dan kelas sehingga guru tidak melaksanakan pembelajaran sesuai yang direncakanakan di RPP dan timbul kegaduhan Ketiga, Guru merasa kesulitan melakukan penilaian karena terlalu banyak poin yang harus dinilai. dalam penilaian sikap, guru harus memperhatikan sikap peserta didik satu per satu. Penilaian pengetahuan, keterbatasan waktu untuk mengerjakan tes tertulis. Penilaian keterampilan, karena waktunya sedikit membuat peserta didik dalam presentasi hanya menjelaskan garis besarnya saja/ tidak detail. Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagi Guru, untuk memilih media pembelajaran yang lebih variasi agar media tidak hanya gambar atau PPT printout di setiap pertemuannya. (2) Bagi Guru, untuk dapat mengatur waktu dan mengelola kelas (3) Bagi Sekolah, untuk menyelenggarakan pelatihan kaitannya dengan media pembelajaran.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Model Pembelajaran, PPKn, Kelas VII
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > Learning Model
L Education > Special Education > Civic Education
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
Date Deposited: 10 Dec 2018 15:51
Last Modified: 04 Apr 2019 17:04
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31849

Actions (login required)

View Item View Item