BAHASA RUPA RELIEF KALPATARU PADA CANDI PRAMBANAN


Riza Istanto , 2401412068 (2017) BAHASA RUPA RELIEF KALPATARU PADA CANDI PRAMBANAN. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of BAHASA RUPA RELIEF KALPATARU PADA CANDI PRAMBANAN]
Preview
PDF (BAHASA RUPA RELIEF KALPATARU PADA CANDI PRAMBANAN) - Published Version
Download (478kB) | Preview

Abstract

Relief kalpataru pada candi Prambanan merupakan keunikan di candi Prambanan. Relief tersebut dipahatkan pada dinding kaki ketiga candi Trimurti dan ketiga candi Wahana Prambanan. Jumlah pahatannya banyak dan bervariasi serta tidak dapat ditemukan penggambaran demikian kecuali di candi Prambanan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana ikonografi relief kalpataru pada candi Prambanan?, (2) bagaimana isi wimba relief kalpataru pada candi Prambanan?, (3) bagaimana cara wimba relief kalpataru pada candi Prambanan?, dan (4) bagaimana tata ungkapan relief kalpataru pada candi Prambanan?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan latar sejarah untuk mendapatkan gambaran penciptaan yang sesuai masa pembuatannya. Sumber data penelitian adalah relief kalpataru candi Prambanan yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan jumlah 270 panil. Model analisis data yang digunakan adalah analisisi model interaktif yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan menarik simpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ikonografi pada relief kalpataru candi Prambanan menunjukkan adanya objek yang beragam yaitu pohon kalpataru; tipe 1, tipe 2, dan tipe 3, hewan-hewan pengapit pohon kalpataru yang meliputi; singa, kera, domba, rusa, musang, tupai, hare, merak, angsa, kakak tua, ayam, rangkong, bangau, kinarakinari, serta burung jenis 1, burung jenis 2, burung jenis 3, burung jenis 4, burung jenis 5, burung jenis 6; dan burung di atas pohon kalpataru yaitu burung merpati, burung kakak tua, burung tipe 4, dan burung tipe 6. Kajian isi wimba menunjukkan adanya beragam jenis hewan dan prilaku yang berbeda-beda bahkan untuk satu jenis hewan yang sama. Cara wimba yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) cara wimba I: ukuran pengambilan (MLS, diperbesar, diperkecil, dan dari kepala-kaki); (2) cara wimba II: sudut pengambilan (sudut wajar dan aneka tampak); (3) cara wimba III: skala (< asli); cara wimba IV: penggambaran (naturalistik terbatas, stilasi, deformasi, dekorasi, volume, dan aneka tampak); (4) cara wimba V: cara dilihat (sudut lihat atas, sudut lihat bawah, arah lihat wajar, arah lihat jagongan). Tata ungkapan yang berlaku merupakan tata ungkapan dalam yaitu: tata ungkapan dalam I: menyatakan ruang (penggambaran gabungan, naturalis-stilasi, dan tepi bawah = garis tanah); dan tata ungkapan dalam IV: menyatakan penting (pengambilan gabungan, di tengah, diperbesar, dan rinci diperbesar); sedangkan tata ungkapan dalam II (menyatakan gerak) dan tata ungkapan dalam III (menyatakan ruang dan waktu) tidak berlaku. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah, 1) konsep “motif Prambanan” yang digolongkan oleh para ahli kiranya perlu dikaji ulang mengingat ada beberapa relief Kalpataru yang dipahatkan sendiri menghiasi dinding kaki candi Prambanan, 2) keberadaan relief Kalpataru di candi Prambanan sebagai ornamen, perlu ditambahkan pada refrensi teori sebagai kalpataru khas Prambanan mengingat tidak ditemukan relief Kalpataru seperti yang dipahatkan di candi Prambanan, serta 3) bagi pemerintah dan dinas pariwisata pengelola candi Prambanan, agar dapat mengenalkan keindahan ragam hias tersebut.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Bahasa Rupa, Relief, Kalpataru, Candi Prambanan
Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NX Arts in general
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Seni Rupa (S1)
Depositing User: Retma IF UPT Perpus
Date Deposited: 26 Jun 2019 19:59
Last Modified: 26 Jun 2019 19:59
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31822

Actions (login required)

View Item View Item