PENERAPAN MODEL BELAJAR BERTUKAR PASANGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI SMP 1 KARANGTENGAH 2016/2017


Angga Budhi Testianto , 3101412045 (2017) PENERAPAN MODEL BELAJAR BERTUKAR PASANGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI SMP 1 KARANGTENGAH 2016/2017. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3101412045.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (193kB) | Preview

Abstract

Model belajar bertukar pasangan adalah model belajar yang sangat dinamis ketika dilaksanakan, karena secara teknis siswa akan bertukar pasangan dengan pasangan lainnya dan nantinya harus kembali ke pasangan semula atau yang pertama. Model belajar bertukar pasangan masuk ke dalam pembelajaran kooperatif. Cooperative learning bernaung dalam teori konstruktivisme. Dalam teori konstruktivisme, siswa harus dapat menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan yang lama, dan merevisi apabila aturan itu sudah tidak sesuai. Siswa kelas IX C SMP 1 Karangtengah berjumlah 34 siswa yang terdiri 16 laki-laki dan 18 perempuan. Proses pembelajaran sejarah di kelas IX C SMP 1 Karangtengah terlihat aktivitas belajar siswa masih kurang. Aktivitas belajar siswa yang masih kurang dapat terlihat dari hal-hal berikut ini : (1) siswa kurang aktif dalam pembelajaran sejarah, (2) rasa percaya diri siswa dalam menanggapi pertanyaan atau menyampaikan pendapatnya masih rendah. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa diperlukan penggunaan model pembelajaran yang lebih berfariasi, salah satunya adalah model belajar bertukar pasangan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas belajar siswa kelas IX C SMP 1 Karangtengah dapat ditingkatkan melalui model belajar bertukar pasangan tahun pelajarn 2016/2017? Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas (classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus karena peningkatan aktivitas belajar siswa sudah tercapai. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas IX C tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian difokuskan pada aktivitas belajar siswa. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model belajar bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas. Peningkatan aktivitas belajar siswa terbukti berdasarkan pada observasi awal diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa dengan presentase sebesar 58,46%. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model belajar bertukar pasangan terjadi peningkatan aktivitas siswa. dati hasil observasi siklus II menunjukan adanya sebuah peningkatan aktivitas belajar siswa, dimana rata-rata presentase menunjukkan 76,92% yang semula pada siklus I rata-rata prosentase berkisar 69,23% dan sudah mencapai tujuan atau indikator pencapaian yang telah ditetapkan peneliti yaitu sebesar ≥ 75%. Simpulan dari hasil penelitian adalah model belajar bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Saran untuk guru, pembelajaran dengan menggunakan model belajar bertukar pasangan dapat dijadikan suatu varian dalam melakukan pembelajaran sejarah di dalam kelas sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan ketika pembelajaran, dan dapat membuat siswa mempunyai ketertarikan untuk mendalami materi baru yang diberikan. Saran bagi pelajar, tetap percaya diri didalam proses pembelajaran dan memperhatikan materi yang guru berikan. == Switch partner learning method is studying method that very dynamic when is hold, because technically students wil exchange the couple with the others and will be back into the fist couple. Couple Sexchange studying methode go into cooperative education. Cooperative learning stands by in contructism theory. In contructism theory, student should find by themselves and transform complex information, checking a new information with the former rule, and do revision when that rule is not suitable. There are 34 students at the IX C class of SMP 1 Karangtengah that consist of 16 boys and 18 girls. The process of history education in IX C class of SMP 1 Karangtengah looks still not quite. It can be known by several following things : (1) The students do not interest in history education, (2) The students’s confident in order to reply questions or giving their comment is still less. In order to improve the student’s studying activities, using more variation in studying method is needed. The problem that is discussed in this research is how can the student’s studying activities of IX C class be improved through switch partner learning method in 2016/2017? This reseaerch uses classroom action research methode that is consist of two steps since improvement of the student’s activities has done. Each cycle there are four stages of planning acts of observation and reflection. The Subjects of this study is IXC grade students in academic year 2016/2017. The study is focused on the students's learning activity. Data is obtained through questionnaires observation and documentation. Data analysis technique that is used is the analysis of quantitative data. The results showed that the learning model through the exchange of partners can enhance students' learning activities in the teaching of history in the classroom. It can be proved according to the first observation gets average of the student’s studying activities with precentage 58,46 %. After switch partner learning methode is used, the student’s action gets more increase. The second steps shows that there is an improvement in student’s studying activities which its precentage shows 76,92%, whereas the first step gets presentage 69,23% and has reached the purpose or its indicator that has been decided by reseacher, that is ≥ 75%. The conclussion of this research is switch partner learning method can improve student’s studying activities in education. The suggestion to the teacher, educatoin by using couple exchange studying method can be used as a variation in history education process in classroom, those the students do not feel annoyed and bored, and it can make the students have interesting feeling to study new matery that is given. The suggestion for the students, be confident in education process dan give attention to the matery that is given by the teachers.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Aktivitas Belajar Siswa, Model Blajar Bertukar Pasangan, Student’s studying activities, Switch partner learning method
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > Learning Model
L Education > Special Education > History Education
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
Date Deposited: 21 Nov 2018 15:46
Last Modified: 04 Apr 2019 17:21
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31681

Actions (login required)

View Item View Item