PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA BURUH TANI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP DI KECAMATAN BREBES TAHUN AJARAN 2009/2010

Agus Takrudin , 3201406034 (2010) PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA BURUH TANI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP DI KECAMATAN BREBES TAHUN AJARAN 2009/2010. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA BURUH TANI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP DI KECAMATAN BREBES TAHUN AJARAN 2009/2010) - Published Version
Download (939Kb)

    Abstract

    Keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar anak yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajarnya. Keluarga bertanggungjawab terhadap pemenuhan kebutuhan untuk pendidikan anak, kondisi sosial ekonomi yang baik akan semakin mudah dalam pemenuhan kebutuhan tersebut dan sebaliknya semakin rendah kondisi sosial ekonomi keluarga semakin sulit dalam pemenuhan kebutuhan untuk pendidikan anak. Buruh tani merupakan bagian dari masyarakat petani yang tidak mendapatkan penghasilan yang menetap, sehingga mereka sering dianggap masyarakat golongan bawah dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih rendah dari pada petani pemilik sawah. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimanakah gambaran kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani pada siswa SMP di Kecamatan Brebes bagaimanakah hasil belajar IPS siswa SMP di Kecamatan Brebes dan adakah pengaruh antara kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani terhadap hasil belajar IPS pada siswa SMP di Kecamatan Brebes pada tahun ajaran 2009/2010. Tujuan yang ingin dicapai dalam skripsi ini adalah mengetahui gambaran kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani pada siswa SMP di Kecamatan Brebes mengetahui pencapaian hasil belajar IPS siswa SMP di Kecamatan Brebes dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga terhadap hasil belajar IPS siswa SMP di Kecamatan Brebes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa yang bekerja sebagai buruh tani di Kecamatan Brebes yang berjumlah 897 keluarga. Populasi yang dijadikan sampel sebanyak 136 keluarga dengan teknik sampel purposive, stratified proporsioanal random sampling dimana setiap tingkatan angkatan kelas diambil 30%. Dalam penelitian ini terdapat lima variabel bebas yaitu pendidikan, pendapatan, pengeluaran, kekayaan dan jenis tempat tinggal dan satu variabel terikat yaitu hasil belajar IPS. Dalam pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Pada analisis data menggunakan analisis tabel dan regresi berganda dengan bantuan SPSS Versi 16.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani di Kecamatan Brebes, sebagian besar (69,1%) tergolong sedang, namun secara umum kondisinya sangat bervariasi dalam pendidikan, pendapatan, pengeluaran, kekayaan, dan jenis tempat tinggal. Dalam hal pendidikan, sebagian besar (44%) para buruh tani telah berpendidikan hingga SMP dan sebagian kecil lainnya (4%) sampai SMA. Pada pendapatan, para buruh tani di brebes sebagian besar (38%) memiliki pendapatan rata-rata Rp 350.000 hingga Rp 525.000 perbulan. Sebagian besar (35%), para buruh tani mengeluarkan uang < Rp 350.000 perbulan untuk pemenuhan kebutuhan pokok, dan sebesar 38% para buruh tani mengeluarkan uang Rp 100.000 hingga Rp 150.000 perbulan untuk biaya sekolah anak. Dalam kepemilikan kekayaan, sebesar 63% para buruh tani memiliki barang elektronik berupa televisi dan radio. Jenis tempat tinggal para buruh tani sebagian besar (61%) merupakan rumah permanen dan sebesar 59% rumah para buruh tani telah memiliki fasilitas MCK. Pada hasil belajar siswa, sebesar 90% para siswa yang berasal dari keluarga buruh tani telah mencapai nilai KKM pada mata pelajaran IPS. Dalam uji hipotesis, F hitung > F tabel (36,879 > 2,284) sehingga dapat dikatakan ada pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani terhadap hasil belajar IPS siswa SMP di Kecamatan Brebes. Besarnya pengaruh tersebut adalah 57,1% dari keseluruhan variabel. Kesimpulan yang dapat dipaparkan adalah kondisi sosial ekonomi keluarga buruh tani sebagian besar (69,1%) tergolong sedang, yang sebagian besar pendidikannya hingga SMP, dan memiliki rumah yang permanen tetapi pendapatannya masih dibawah UMK (Upah Minimum Kabupaten), dan pengeluarannya di bawah Rp 350.00,. Dalam hasil belajar, 90% para siswa yang berasal dari keluarga buruh tani telah tuntas dalam pencapaian KKM IPS. Saran yang dapat berikan adalah bagi orang tua yang kondisi sosial ekonominya rendah atau kurang mampu dalam hal ini tingkat pendapatannya agar berusaha untuk meningkatkan pendapatannya dengan mencari pekerjaan tambahan. Bagi siswa yang belum tuntas dalam hasil belajar jangan putus asa dan rajinlah dalam belajar. Bagi siswayang berasal dari kondisi sosial ekonomi yang rendah jangan minder dan belajarlah yang tekun supaya cita-citanya tercapai dan dapat mengubah kondisi sosial ekonomi keluarga yang lebih baik.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pengaruh, Kondisi Sosial Ekonomi, Hasil Belajar Geografi.
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 05 Aug 2011 23:46
    Last Modified: 25 Apr 2015 01:04

    Actions (login required)

    View Item