PELESTARIAN KESENIAN BABALU DI SANGGAR PUTRA BUDAYA DESA PROYONANGGAN KABUPATEN BATANG


Adilah Endarini, 2501413129 (2017) PELESTARIAN KESENIAN BABALU DI SANGGAR PUTRA BUDAYA DESA PROYONANGGAN KABUPATEN BATANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 2501413129.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (648kB) | Preview

Abstract

Kesenian Babalu merupakan kesenian yang berasal dari Kabupaten Batang dan dilestarikan di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Kesenian Babalu muncul kembali ditengah masyarakat Kabupaten Batang berawal dari niat para seniman dan masyarakat di Kabupaten Batang yang ingin membangkitkan dan melestarikan kembali kesenian Babalu melalui Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk pertunjukan Kesenian Babalu serta mendiskripsikan upaya pelestarian Kesenian Babalu di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pertunjukan Kesenian Babalu terdiri dari tiga tahapan, yakni awal, inti, dan akhir. Persiapan awal dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan bunyi peluit oleh penari Kesenian Babalu lalu penari memasuki panggung dengan ragam gerak kaki jalan ditempat. Inti pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak diantaranya yaitu ragam gerak langkah tepuk dan ragam gerak silat. Penutup dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak jalan di tempat lalu para penari berjalan keluar panggung. Bentuk Kesenian Babalu dimunculkan melalui elemen dasar tari dan elemen pendukung tari. Elemen dasar tari terdiri dari gerak, ruang, dan waktu. Elemen pendukung tari terdiri dari musik, tata busana, tata rias, tempat pentas, waktu pelaksanaan, tata suara, properti dan penonton. Upaya pelestarian Kesenian Babalu dilakukan melalui tiga tahap yaitu perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan. Upaya perlindungan kesenian Babalu dilakukan melalui pelatihan tari di Sanggar Putra Budaya, Upaya pemanfaatan dilakukan melalui pementasan-pementasan Kesenian Babalu dan upaya perkembangan dilakukan melalui perkembangan gerak, iringan dan tata busana dalam kesenian Babalu. Saran dari peneliti adalah untuk selalu memperhatikan dunia luar dengan segala modernisasi yang terjadi tetapi tidak meninggalkan tradisi Kesenian Babalu yang sesungguhnya serta selalu meningkatkan rasa cinta terhadap kesenian yang ada dengan cara saling toleransi kepada sesama untuk mempertahankan suatu kesenian agar tetap lestari dan dapat dinikmati para penerus generasi bangsa yang akan datang.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kesenian Babalu, Bentuk Pertunjukan, dan Pelestarian
Subjects: L Education > Special Education > Art education
N Fine Arts > NX Arts in general
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
Depositing User: Eko Handoyo Eko
Date Deposited: 15 May 2018 18:17
Last Modified: 15 May 2018 18:17
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/30999

Actions (login required)

View Item View Item