PENGARUH TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN (AIR, COLLANT, OLI) PADA PENGELASAN GMAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA BAJA ST 37


Indra Priyanto , 5201413009 (2017) PENGARUH TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN (AIR, COLLANT, OLI) PADA PENGELASAN GMAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA BAJA ST 37. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 5201413009.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (481kB) | Preview

Abstract

Pendinginan pengelasan banyak digunakan untuk mendapatkan kekuatan sambungan lah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari akibat proses pendinginan pengelasan dengan menggunakan temperatur media pendingin air, collant, dan oli pada pengelasan GMAW terhadap struktur mikro, kekuatan tarik dan kekerasan pada baja ST37. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan menggunakan analisis data berupa analisis deskriptif. Pendinginan pengelasan menggunakan media pendingin air, collant dan oli yang divariasikan dengan temperatur 15oC, 25 oC, 50 oC, 75 oC, 100 oC. Proses pendinginan pengelasan merubah fasa baja menjadi perlit dan ferit halus sehingga kekerasan bahan meningkat berbanding lurus dengan kekuatan tarik karena laju pendinginan cepat. Hasil penelitian struktur mikro pada pengelasan dengan pendinginan pengelasan menyebabkan perubahan struktur mikro sangat terlihat pada daerah HAZ dan logam lasan, semakin besar input panas yang terjadi semakin membuat butir dari perlit dan ferit semakin kasar dan merata. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada temperatur media pendingin air yaitu temperatur 15oC sebesar 541,66 MPa. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada temperatur media pendingin collant yaitu temperatur 15oC sebesar 568,65 MPa. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada temperatur media pendingin oli yaitu temperatur 15oC sebesar 653,36 MPa. Nilai kekerasan tertinggi pada temperatur media pendingin air yaitu pada temperatur 15oC pada daerah weld metal sebesar 191 VHN, pada daerah HAZ sebesar 238,3 VHN dan pada daerah base metal sebesar 172,3 VHN. Nilai kekerasan tertinggi pada temperatur media pendingin collant 15oC yaitu pada daerah weld metal sebesar 214,6 VHN, daerah HAZ sebesar 247,3 VHN dan daerah base metal sebesar 192,6 VHN. Nilai kekerasan tertinggi pada temperatur media pendingin oli yaitu pada temperatur 15oC pada daerah weld metal sebesar 240,6 VHN, pada daerah HAZ sebesar 250,3 VHN dan pada daerah base metal sebesar 219 VHN.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: temperatur media pendingin, struktur mikro, kekuatan tarik, kekerasan
Subjects: L Education > Special Education > Mechanical engineering and machinery education
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1
Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
Date Deposited: 18 Apr 2018 14:44
Last Modified: 30 Mar 2019 15:20
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/30809

Actions (login required)

View Item View Item