PENGARUH NOSE RADIUS DAN CUTTING PARAMETER TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PEMBUBUTAN BAJA KARBON EMS 45


Ahmad Ridwan Hintan Purnama , 5201413003 (2017) PENGARUH NOSE RADIUS DAN CUTTING PARAMETER TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PEMBUBUTAN BAJA KARBON EMS 45. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 5201413003.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (474kB) | Preview

Abstract

Suatu komponen hasil pemesinan mempunyai karakteristik kualitas yang ditentukan salah satunya berdasarkan nilai kekasaran komponen tersebut. Geometri pahat merupakan faktor yang mempengaruhi nilai kekasaran permukaan. Selain itu dalam proses pembubutan juga memperhatikan cutting parameter untuk menghasilkan permukaan yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nose radius dan cutting parameter terhadap tingkat kekasaran pembubutan baja karbon EMS 45. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan tujuan mengetahui sebab akibat berdasarkan perlakuan yang diberikan. Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan yaitu variasi nose radius dan cutting parameter. Variasi nose radius yang digunakan yaitu 1 mm, 1,25 mm, dan 1,5 mm. Sedangkan cutting parameter yang divariasikan yaitu fedding dengan besar 0,072 mm/rev, 0,113 mm/rev, 0,158 mm/rev. Setelah dilakukan pembubutan selanjutnya diuji nilai kekasarannya dan diuji bentuk permukaannya dengan foto makro. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan nilai kekasaran masing-masing spesimen mempunyai perbedaan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai kekasaran paling tinggi dengan pahat tanpa nose radius dan feeding 0,158 mm/rev yaitu 8,46 μm, dan nilai kekasaran paling rendah dengan nose radius 1,5 mm dan feeding 0,072 mm/rev yaitu 2,15 μm. Nilai kekasaran yang telah diuji berbanding lurus dengan hasil foto makro. Berdasarkan uji foto makro, guratan paling halus pada spesimen yang memiliki nilai kekasaran paling rendah dengan nose radius 1,5 mm dan feeding 0,072 mm/rev , sedangkan guratan paling kasar didapatkan pada spesimen yang memiliki nilai kekasaran tertinggi dengan nose radius dan feeding 0,158 mm/rev. Jadi disimpulkan bahwa semakin besar nose radius dan semakin rendah feeding yang digunakan maka menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang optimal.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: nose radius, cutting parameter, kekasaran permukaan, single cutting point tool, baja karbon EMS 45
Subjects: L Education > Special Education > Mechanical engineering and machinery education
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1
Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
Date Deposited: 18 Apr 2018 14:01
Last Modified: 05 Apr 2019 13:44
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/30805

Actions (login required)

View Item View Item