KOMPARASI ANTARA PERAN KADER BINA KELUARGA BALITA (BKB) DI POSYANDU PERKOTAAN DAN POSYANDU PEDESAAN KABUPATEN KUDUS

Ike Puspita Dewi , 3201412171 (2017) KOMPARASI ANTARA PERAN KADER BINA KELUARGA BALITA (BKB) DI POSYANDU PERKOTAAN DAN POSYANDU PEDESAAN KABUPATEN KUDUS. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (385Kb)

    Abstract

    Program Bina Keluarga Balita bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainya dalam membina tumbuh kembang anak balita sesuai dengan usia dan tahap perkembangan yang harus dimiliki, baik dalam aspek fisik, kecerdasan, emosional, maupun sosial. (BKKBN, 2009). Agar Peran Kader BKB dapat tercapai dengan maksimal maka perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain dengan mengetahui peran masingmasing kader, selain itu adanya perbedaan wilayah yaitu desa dan kota menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Dalam penelitian ini peneliti mengambil di Desa Kauman, dan Desa Ngemplak. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui Peran Kader Bina Keluarga balita di Posyandu Perkotaan (Desa Kauman) (2) Untuk mengertahui Peran Kader Bina Keluarga Balita di Posyandu Pedesaan (Desa Ngemplak). (3) Untuk mengetahui pemahaman orang tua balita mengenai program kegiatan Posyandu di Perkotaan. (4) Untuk mengetahui pemahaman orang tua balita mengenai program kegiatan Posyandu di Pedesaan (5) Untuk mengetahui perbedaan peran Kader Bina Keluarga Balita di Posyandu Perkotaan dan Posyandu di Pedesaan (6) Untuk mengetahui perbedaan pemahaman orang tua balita mengenai program kegiatan Posyandu di Posyandu Perkotaan dan Posyandu Pedesaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Kader BKB di Posyandu Perkotaan yang terdiri atas 5 orang Kader dan 15 anggota BKB (orang tua balita) dan Kader BKB di Posyandu Pedesaan terdiri atas 6 orang dan 17 anggota BKB (orang tua balita). Variabel penelitian ini (1) Peran Kader BKB (Bina Keluarga Balita) (2) Pemahaman orang tua tentang program posyandu. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif Peran Kader BKB dan analisis statistik uji Mann- Whitney Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Peran kader BKB Posyandu Perkotaan didapat hasil baik karena semua peran kader terlaksana. (2) Peran Kader BKB Posyandu Pedesaan tergolong kurang baik karena beberapa peran kader belum terlaksana. (3) Pemahaman orang tua balita mengenai Posyandu termasuk kriteria baik karena lebih dari 50% berada pada kriteria baik. (4) Pemahaman orang tua balita termasuk kriteria cukup karena presentase terbanyak sebesar 41,2%. (5) Terdapat perbedaan penyuluhan, kunjungan rumah, dan penggunaan APE. (6) Hasil Uji Mann- Whitney terdapat perbedaan pemahaman orang tua mengenai Posyandu. Pada Posyandu Perkotaan orang tua balita kurang memahami tentang program Posyandu ix pada bagaian KB dan penanggulangan diare pada anak. Pada Posyandu Pedesaan orang tua balita kurang memahami program posyandu pada bagian KB, Gizi dan Penanggulangan diare pada anak. Saran penelitian ini yaitu (1) Hendaknya pemerintah setempat mengadakan Training of Trainer dan Workshop untuk peningkatan kapasitas dan penyuluhan serta pemantapan kegiatan BKB dalam hal ini BAPERMAS atau PLKB sebagai fasilitator. (2) Untuk Posyandu Perkotaan hendaknya pemerintah desa setempat menyediakan tempat khusus untuk kegiatan warganya. (3) Untuk Posyandu Pedesaaan perlu adanya anggaran untuk menyiapkan APE (Alat permainan edukatif) karena APE sangat bermanfaat untuk merangsang perkembangan motorik anak. Hendaknya dari pihak BAPERMAS atau PLKB Kabupaten memberikan tambahan media APE dan menambah tenaga lapangan serta memberikan sosialisasi mendalam tentang pentingnya program BKB.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Komparasi, Peran Kader BKB, Posyandu
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Social Relation
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Public Health
    L Education > Special Education > Geography Education
    R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 12 Mar 2018 14:17
    Last Modified: 12 Mar 2018 14:17

    Actions (login required)

    View Item