POLA PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY PRAKTIK PRODUKTIF PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK FURNITURE DI SMK NEGERI 2 KENDAL TAHUN AJARAN 2009/2010.

ASCHABUL KAHFI , 5101405078 (2010) POLA PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY PRAKTIK PRODUKTIF PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK FURNITURE DI SMK NEGERI 2 KENDAL TAHUN AJARAN 2009/2010. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (POLA PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY PRAKTIK PRODUKTIF PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK FURNITURE DI SMK NEGERI 2 KENDAL TAHUN AJARAN 2009/2010.) - Published Version
Download (685Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah : (1) ; Menemukenali pembelajaran Teaching Factory pada Normatif di SMK Negeri 2 Kendal (2) Menemukenali pembelajaran Teaching Factory pada Adaftif di SMK Negeri 2 Kendal; (3) Menemukenali pembelajaran Teaching Factory pada Produktif di SMK Negeri 2 Kendal; Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, data tersebut disusun, dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan perpanjangan keikut sertaan peneliti. Teknik triangulasi sumber meliputi : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan; (3) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti guru dengan siswa. Pembelajaran Normatif sudah selaras dengan kurikulum dan juga silabus untuk program keahlian “Teknik Furniture“ menerapkan Teaching Factory. Namun jika dibandingkan dengan tuntutan Teaching Factory, maka pelaksanaan pembelajaran normatif belum selaras. Hal ini terlihat dari ketidakterlibatan industri dalam perencanaan dan juga pelaksanaan pembelajaran normatif. Pada pembelajaran Adaftif siswa dibentuk berkelompok dalam manajemen Teaching Factory. Siswa dikelompokkan menjadi beberapa Unit yaitu Unit Produksi, Unit Administrasi, Unit Pemasaran. Kepala unit-unit itu disebut sebagai manajer. Namun demikian terdapat kendala terutama berkaitan dengan pemasaran, produk yang dihasilkan hanya dibeli oleh guru atau orang tua siswa. Maka, tujuan pembentukan manajemen Teaching Factory belum dapat tercapai seluruhnya. Prakerin yang dilaksanakan di industri tidak selaras tuntutan kurikulum Teaching Factory. Pelaksanaan prakerin di mulai dari pembekalan di sekolah yang diberikan dari industri dan sekolah. Pembekalan yang diberikan oleh industri berkaitan dengan tata krama dan proses produksi di industri. Pembakalan yang diberikan sekolah berupa administrasi yang harus dilakukan siswa selama di industri, misalnya bagaimana mengisi jurnal, monitoring guru dan instruktur, serta penyusunan laporan prakerin. Pelaksanaan Prakerin tidak ada kendala yang berarti, namun untuk monitoring dari sekolah terhadap pelaksanaan praktik kerja siswa relatif kurang yaitu hanya dilakukan beberapa kali saja di industri. Di samping itu tidak adanya pembimbing siswa dari guru sekolah yang mengarahkan sekaligus mengevaluasi siswa dalam pelaksanaan praktek di industri.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pola Pembelajaran Normatif, Adaftif, Produktif, Praktik Kerja Industri.
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Bangunan, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 17 Jul 2011 22:40
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:59

    Actions (login required)

    View Item