IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA UNTUK SANTRI USIA REMAJA BERMASALAH DI PONDOK PESANTREN KI SANTRI DESA SUKOREJO KABUPATEN KENDAL

Aida Yuliyanti , 3401412075 (2016) IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA UNTUK SANTRI USIA REMAJA BERMASALAH DI PONDOK PESANTREN KI SANTRI DESA SUKOREJO KABUPATEN KENDAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (480Kb)

    Abstract

    Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan agama bagi santri. Istilah santri merujuk kepada orang Islam yang memiliki kecenderungan agama yang kuat. Tidak semua santri memiliki ajaran agama yang kuat, di Pondok Pesantren terdapat pula santri bermasalah. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi pendidikan agama untuk santri usia remaja bermasalah di Pondok Pesantren Ki Santri Desa Sukorejo Kabupaten Kendal. Teori yang digunakan adalah teori institusi total, tindakan aksi voluntaristik, dan konsep pengendalian sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Ki Santri Desa Sukorejo Kabupaten Kendal. Informasi pendukung diperoleh dari kyai, santri usia remaja bermasalah, ketua Pondok, dan pengajar. Alat dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data mencakup pengumpulan, reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) implementasi pendidikan agama di Pondok Pesantren Ki Santri bersumber pada al-Qur’an, kitab, alam dan budaya. Terdapat pula pendidikan jasmani dan rohani. Pendidikan formal melalui sekolah kejar paket dan pendidikan keterampilan yaitu bercocok tanam, beternak, bengkel las, seni, menjahit dan desain. Segala macam pendidikan agama yang ada merupakan bentuk nyata dari institusi total sebagai tempat mengasingkan diri dari dunia luas dan tempat pelayanan serta pendidikan agama. Setelah mengikuti pendidikan agama santri menjadi individu yang lebih baik. Hal ini tak lepas dari tindakan aksi voluntaristik kyai yang mampu menentukan berbagai macam pendidikan agama sebagai cara untuk memperbaiki moral santri bermasalah;2) Respon santri memandang Pondok Pesantren Ki Santri sebagai tempat yang nyaman, aturan bersifat longgar, dan proses pendidikan menekankan kesadaran hati. Manfaat yang diperoleh santri adalah santri memiliki kontrol diri, menjadi pribadi yang lebih baik, menemukan makna hidup dan guru yang tepat. Pandangan serta manfaat yang diperoleh santri menunjukkan peran Pondok Pesantren Ki Santri dalam melakukan pengendalian sosial. Cara pengendalian sosial dilakukan melalui pendidikan juga agama dan bersifat represif serta persuasif. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada1) Pondok Pesantren untuk meningkatkan kuantitas pendidik dalam pendidikan formal;2) santri untuk melaksanakan pendidikan agama dengan benar;3) masyarakat agar memberi dukungan lembaga pendidikan yang berusaha mengentaskan masalah anak;4) pemerintah untuk dapat mengambil kebijakan terhadap lembaga pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan bagi anak.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Implementasi, pendidikan agama, pondok pesantren, santri bermasalah, usia remaja
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 23 Nov 2017 13:49
    Last Modified: 23 Nov 2017 13:49

    Actions (login required)

    View Item