SINTESIS EDIBLE FILM DARI ONGGOK SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN YANG TERMODIFIKASI SECARA HIDROTERMAL


Dwi Fibriyani , 5213412007 (2016) SINTESIS EDIBLE FILM DARI ONGGOK SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN YANG TERMODIFIKASI SECARA HIDROTERMAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 5213412007.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (1MB) | Preview

Abstract

Limbah onggok singkong merupakan limbah proses pembuatan tepung tapioka dari singkong. Onggok singkong selama ini umumnya dianggap sebagai polutan karena menimbulkan bau asam dan busuk. Disisi lain onggok singkong masih mengandung karbohidrat sehingga dapat diambil patinya, selain itu limbah onggok singkong juga memiliki kandungan amilosa dan amilopektin sebesar 68%. Oleh karena itu untuk meningkatkan nilai tambah dari onggok singkong dilakukan pengambilan patinya yang kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Pada penelitian ini, pembuatan edible film pati onggok singkong menggunakan konsentrasi kitosan 1, 2, 3, 4 dan 5% gr kitosan/ml asam asetat. Setelah dilakukan penambahan kitosan edible film yang dihasilkan dilakukan analisa FT-IR, kadar air, tensile strength, elongasi, dan water uptake untuk diperoleh edible film terbaik. Selanjutnya dari formulasi penambahan kitosan terbaik dilakukan modifikasi hidrotermal dengan variasi perlakuan waktu dan suhu pada suhu 90, 100, dan 110C untuk masing-masing waktu 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Sebelum proses modifikasi hidrotermal , kadar air diatur antara 18 – 27% dan pengeringan pada suhu 50C sampai mencapai kadar air 14%. Edible film yang dihasilkan dilakukan analisa FT-IR, kadar air, tensile strength, elongasi, dan water uptake untuk diperoleh karakteristik edible film sesuai SNI. Selanjutnya dari hasil edible film yang sesuai SNI diaplikasikan sebagai bahan pengemas makanan yaitu pada buah belimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan kitosan menunjukkan terdapat gugus fungsi baru yaitu C-N amida dengan formulasi terbaik yaitu konsentrasi kitosan 3%. Formulasi terbaik dari bahan pembuat edible film dengan modifikasi hidrotermal yang diperoleh sesuai SNI diperoleh pada variasi perlakuan suhu 110C waktu 30 menit, yaitu dengan tensile strength 24,99 MPa, elongasi 25%, dan water uptake 0,01%. Aplikasi edible film sebagai pengemas buah belimbing dapat memperpanjang masa simpan buah belimbing sampai dengan 6 hari.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Edible Film, Pati Onggok Singkong, Kitosan, Modifikasi Hidrotermal.
Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Kimia, S1
Depositing User: Akhmad Abdul Hakim
Date Deposited: 23 Nov 2017 13:49
Last Modified: 23 Nov 2017 13:49
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/27745

Actions (login required)

View Item View Item