PEWARISAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KONSERVASI MATA AIR SENJOYO PADA MASYARAKAT DESA TEGALWATON, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG


Umi Kiptida’iyah , 3201412020 (2016) PEWARISAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KONSERVASI MATA AIR SENJOYO PADA MASYARAKAT DESA TEGALWATON, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3201412020.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (993kB) | Preview

Abstract

Air merupakan hal yang vital bagi kebutuhan makhluk hidup. Krisis sumber daya air terjadi diberbagai daerah. Krisis air dapat diatasi dengan adanya kearifan lokal. Keberadaan kearifan lokal yang masih bertahan sampai saat ini menjadi bukti adanya pewarisan nilai kearifan lokal. Rumusan masalah yaitu bagimana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi mata air pada masyarkat Desa Tegalwaton. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kondisi mata air, peran masyarakat dan pengunjung dalam konservasi mata air, nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi mata air, serta pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi mata air. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi serta studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini meliputi juru kunci, tokoh masyarakat, dinas terkait, masyarakat umum, pedagang, juru parkir, dan pengunjung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tegalwaton hidup rukun berdampingan dan percaya terhadap sifat masyarakat Jawa yang kejawen.. Mata air Senjoyo merupakan mata air yang disucikan. Kearifan lokal dalam konservasi mata air yang terdapat pada masyarakat Desa Tegalwaton yaitu berbagai norma, nilai, adat istiadat upacara dawuhan, ritual padusan, ritual kungkum, dan legenda mata air senjoyo. Upacara dawuhan merupakan ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan air yang berguna bagi masyarakat. Kearifan lokal yang lebih disandarkan akan kepercayaan jawa membuat masyarakat tidak berani melakukan kerusakan di Kawasan Senjoyo sehingga berdampak pada keberlanjutan mata air. Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal yaitu berupa nilai-nilai luhur yang berkembang dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut diwarisakan kepada generasi penerus melalui proses enkulturasi dan sosialisasi yang terjadi pada tiap individu. Model pewarisan pada masyarakat yaitu model pewarisan miring dan model pewarisan tegak. Peran Masyarakat dan pengunjung dalam konservasi mata air berbeda-beda. Masyarakat lebih kearah perlindungan mata air dan pengawetan air, sedangkan pengunjung lebih kearah pengawetan air. Namun, pemanfaatan sumber air tidak dilakukan secara lestari, karena tidak ada sarana dan prasana yang mendukung dalam pengendalian pencemaran air. Jadi, dengan adanya kearifan lokal yang ada, tempat-tempat yang keramat akan lebih terlindungi dari kerusakan. Peran masyarakat dalam konservasi air sangat dibutuhkan tidak hanya daerah hilir, tetapi juga daerah hulu yang merupakan kawasan tangkapan air.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pewarisan, Nilai-Nilai Kearifan Lokal, Konservasi Mata Air.
Subjects: L Education > Special Education > Geography Education
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: Users 98 not found.
Date Deposited: 09 Nov 2017 13:20
Last Modified: 09 Nov 2017 13:20
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/27309

Actions (login required)

View Item View Item