ADSORPSI ZAT WARNA REMAZOL BLACK B DAN REMAZOL BRILIANT BLUE MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BERBAHAN LIMBAH KERAJINAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper)

Rengga, Wara Dyah Pita and Wulansarie, Ria and Karima, Sayyida and Sari, Riska Yulia ADSORPSI ZAT WARNA REMAZOL BLACK B DAN REMAZOL BRILIANT BLUE MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BERBAHAN LIMBAH KERAJINAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper). ADSORPSI ZAT WARNA REMAZOL BLACK B DAN REMAZOL BRILIANT BLUE MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BERBAHAN LIMBAH KERAJINAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper). (Submitted)

[img]
Preview
PDF (cover) - Cover Image
Download (14Kb)
    [img]
    Preview
    PDF (abstrak)
    Download (82Kb)
      PDF (bab 1)
      Restricted to Repository staff only

      Request a copy
        PDF (bab 2)
        Restricted to Repository staff only

        Request a copy
          PDF (bab 3)
          Restricted to Repository staff only

          Request a copy
            PDF (bab 4)
            Restricted to Repository staff only

            Request a copy
              PDF (bab 5)
              Restricted to Repository staff only

              Request a copy
                PDF (lampiran)
                Restricted to Repository staff only

                Request a copy
                  PDF (artikel)
                  Restricted to Repository staff only

                  Request a copy

                    Abstract

                    Zat warna yang tidak terserap pada pewarnaan batik menimbulkan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Limbah zat warna pada industri batik dapat menimbulkan kanker kulit dan dapat merusak ekosistem air. Zat warna yang biasa digunakan dalam industri batik yaitu jenis Remazol Black B dan Remazol Brilliant Blue. Metode yang digunakan untuk menghilangkan kadar zat warna Remazol Black B dan Remazol Brilliant Blue yaitu metode adsorpsi menggunakan karbon aktif berbahan limbah kerajinan bambu betung (Drendocalamus asper). Bambu serut dikarbonisasi pada suhu 350oC selama 2 jam kemudian diayak dalam tiga ukuran 0,250 mm, 0,180 mm, dan 0,125 mm, kemudian diaktivasi menggunakan H3PO4 dengan rasio aktivator:karbon 2:1 (g/g) pada suhu 600oC selama 4 jam. Hasil karbon aktif dianalisis dengan uji BET. Luas permukaan karbon aktif yang diperoleh berdasarkan uji BET untuk masing-masing ukuran 0,250 mm, 0,180 mm, dan 0,125 mm yaitu 435.742, 485.284, dan 492.761 mg/g. Kondisi optimum adsorpsi zat warna remazol black B terjadi pada waktu kontak 60 menit dengan rasio massa karbon aktif 1:50 (0,180 mm) dan remazol brilliant blue terjadi pada waktu kontak 60 menit dengan berat karbon aktif 1:50 g (0,125 mm). Model isotherm adsorpsi yang sesuai dengan penelitian ini yaitu model isotherm freundlich.

                    Item Type: Article
                    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
                    Fakultas: Fakultas Teknik
                    Depositing User: Repository Universitas Negeri Semarang
                    Date Deposited: 16 Aug 2017 12:10
                    Last Modified: 16 Aug 2017 12:10

                    Actions (login required)

                    View Item