Ekstraksi Senyawa Flavonoid Kulit Durian dan Uji Efektivitasnya sebagai Biopestisida terhadap Walang Sangit (Leptocorisa acuta)

Kusumaningtyas, Ratna Dewi and Putri, Rr. Dewi Artanti and Siregar, Riska Yuliana and Patricia, Yessie Ekstraksi Senyawa Flavonoid Kulit Durian dan Uji Efektivitasnya sebagai Biopestisida terhadap Walang Sangit (Leptocorisa acuta). Extraction of Flavonoid Compounds from Durian Shell and the Application as a Biopesticide on Stinkbug (Leptocorisa acuta). (Submitted)

[img]
Preview
PDF (Cover)
Download (96Kb)
    [img]
    Preview
    PDF (Abstrak)
    Download (144Kb)
      PDF (Bab I)
      Restricted to Repository staff only

      Request a copy
        PDF (Bab II)
        Restricted to Repository staff only

        Request a copy
          PDF (Bab III)
          Restricted to Repository staff only

          Request a copy
            PDF (Bab IV)
            Restricted to Repository staff only

            Request a copy
              PDF (Bab V)
              Restricted to Repository staff only

              Request a copy
                PDF (Lampiran)
                Restricted to Repository staff only

                Request a copy

                  Abstract

                  Kasus keracunan pestisida mencapai tiga juta kasus pertahun, dan kasus paling banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia (FAO, 2002). Peristiwa ini terjadi karena kurangnya kesadaran, keterampilan dan pengetahuan petani, serta lemahnya perundang-undang tentang pestisida di Indonesia. Oleh sebab itu, hal ini perlu ditanggulangi dengan membuat biopestisida yang praktis, ampuh, aman dan ramah lingkungan. Kulit durian mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid yang dapat digunakan sebagai senyawa aktif pada biopestisida. Saat musim durian, limbah kulit durian dapat mencapai 100 ton per hari dan selama ini pemanfaatannya masih belum optimal, padahal limbah ini memiliki potensi yang luar biasa. Flavonoid pada kulit durian dapat digunakan sebagai biopestisida karena peranannya sebagai fumigan dan racun saraf yang sangat ampuh. Proses yang dipilih untuk mengekstrak senyawa flavonoid dari kulit durian yaitu sokletasi, karena berdasarkan penelitian terdahulu, metode maserasi ataupun fermentasi hanya menghasilkan rendemen yang sedikit dan membutuhkan waktu serta biaya yang cukup besar. Sokletasi dilakukan dengan variasi jenis pelarut (etanol, aseton dan diklorometana), jumlah siklus ekstraksi (3, 4 dan 5 siklus), dan massa umpan (10, 15 dan 20 gram). Dengan Response Surface Methodology pada aplikasi Design expert v.10, akan diperoleh variasi optimum yang dapat menghasilkan rendemen ekstrak dan flavonoid total terbanyak. Uji efektivitas ekstrak sebagai biopestisida kemudian dilakukan dengan cara menyemprotkan ekstrak dengan kadar yang bervariasi kepada walang sangit. Berdasarkan optimasi metode respon permukaan, dapat dihasilkan rendemen 67,11% dan flavonoid total lebih tinggi, yaitu 93,48 mg QE/g ekstrak dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol selama 5 siklus dan massa umpan 20 gram. Dari hasil uji efektivitas dengan metode LD50 di dapatkan dosis ekstrak yaitu 5%, dengan kandungan senyawa aktif flavonoidnya sebesar 90 g/L untuk mematikan setengah dari jumlah walang sangit dalam waktu 2 menit.

                  Item Type: Article
                  Subjects: T Technology > TP Chemical technology
                  Fakultas: Fakultas Teknik
                  Depositing User: Repository Universitas Negeri Semarang
                  Date Deposited: 15 Aug 2017 08:27
                  Last Modified: 15 Aug 2017 08:27

                  Actions (login required)

                  View Item