FOLKLOR KAYORI PADA MASYARAKAT TAA DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA ( Identitas Masyarakat, Bentuk, Fungsi, dan Makna)

ABDUL RASYID HASAN, 0204513007 (2015) FOLKLOR KAYORI PADA MASYARAKAT TAA DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA ( Identitas Masyarakat, Bentuk, Fungsi, dan Makna). Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (172Kb)

    Abstract

    Kayori merupakan ucapan syukuran tahunan pertanian yang masih hidup dan berkembang pada masyarakat Taa di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kepesatan arus balik budaya global dan sikap apatis generasi muda terhadap kayori mengakibatkan tradisi itu terancam kelestariannya. Fenomena itu salah satu yang melatarbelakangi perlunya dilakukan penelitian tentang folklor kayori. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan dan memahami folklor kayori dalam kaitannya sebagai identitas masyarakat Taa; (2) mengidentifikasi dan memahami bentuk, fungsi, dan makna folklor kayori pada masyarakat Taa di Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Metode pengumpulan data adalah pengamatan, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data adalah teknik rekam dan simak-catat. Sumber data utama adalah masyarakat Taa yang berdomisili di kelurahan Ampana, Ratolindo, dan desa Pusungi yang terdapat di kecamatan Ampana Kota dan Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una yang diwakili empat orang informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertunjukkan folklor kayori yang dilaksanakan secara periodik merupakan media penyebaran aspek-aspek moral dan etika kepada masyarakat. Dalam penyajiannya folklor kayori yang merupakan identitas masyarakat setempat berfungsi sebagai alat komunikasi, tradisi, penjaga stabilitas budaya, pengendalian sosial juga bermakna sebagai pelestarian budaya dalam membangun ikatan sosial masyarakat yang kuat. Folklor kayori yang sarat dengan makna edukasi sangat bermanfaat dalam kehidupan serta membuka peluang terhadap pemahaman warisan tradisi masa lalu yang mampu menjawab persoalan kekinian sehari-hari masyarakat Taa.. Folklor kayori merupakan pernyataan pendapat/saran seseorang dan atau kelompok, bertujuan membicarakan kapan serta waktu yang tepat untuk; (1) syukuran panen raya (padungku); (2) menanam/membuka lahan; (3) dan pranikah (peminangan). Dalam aktualisasinya tradisi ini disampaikan secara santun sehingga pesan yang disampaikan mudah dihayati serta dipahami. Uniknya pertunjukkan ini (kayori) secara otomatis dengan sendirinya akan berhenti setelah ada titik temu (kesepakatan). Waktu pelaksanakannya setelah bada Isya (20.00) sampai dengan dini hari atau sebelum tiba waktu sholat shubuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber rujukan dalam melakukan penelitian tentang makna estetis tarian dan nyanyian rakyat yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Seni, S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 18 Jul 2017 14:27
    Last Modified: 18 Jul 2017 14:27

    Actions (login required)

    View Item