DAMPAK PERCERAIAN KELUARGA TERHADAP PROSES SOSIALISASI ANAK REMAJA DI KOTA SEMARANG

Hari Arbi Nugroho, 0301513024 (2016) DAMPAK PERCERAIAN KELUARGA TERHADAP PROSES SOSIALISASI ANAK REMAJA DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (448Kb)

    Abstract

    Keluarga merupakan tempat pertama kali anak belajar beradaptasi dan mengenal nilai. Anak dikatakan berhasil adaptasi ketika dapat ber-sosialisasi dengan lingkungan. Dengan bersosialisasi individu dapat mengerti, memahami, dan mempelajari tingkah laku, kebiasaan, keterampilan, dan sebagainya. Hal ini akan menjadi masalah jika adanya perpisahan orangtua atau perceraian. Anak secara langsung tidak dapat menerima didikan secara maksimal dari kedua orang tua. Sehingga melampiaskan kekecewaan dengan tindakan negatif tidak sesuai dengan nilai dalam sekolah atau masyarakat. Sehingga perlu cara dalam pendampingan anak yang menjadi korban perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi anak remaja dalam perceraian keluarga, menganalisis kendala proses sosialisasi anak remaja dalam perceraian keluarga, dan menemukan faktor-faktor pendukung proses sosialisasi pada anak korban perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini di Kota Semarang, Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Sementara teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian ini ialah perceraian menjadikan anak sebagai korban. Anak remaja tidak dapat menerima didikan secara utuh. Peran keluarga yang hilang, akan memunculkan masalah dalam kehidupan sosial, krisis ekonomi keluarga, perlakuan orang tua yang otoriter, kurangnya kasih sayang, dan pelanggaran nilai moral dan agama di kehidupan keluarga maupun masyarakat. Teori strukturasi akan menunjukkan bahwa anak akan menerima nilai dari teman atau masyarakat dibanding keluarga. Orangtua yang bercerai tetap membekali dengan nilai budaya dan moral agama; komunikasi yang terbuka dan mau mendengarkan pendapat anak; penerapan disipilin aturan; memberikan dorongan dalam mengatasi masalah; orangtua tetap memperhatikan pendidikan anak; dan tetap memenuhi kebutuhan materi ekonomi anak. Saran bagi orangtua yang bercerai hendaknya menyelesaikan masalah keluarga dengan berdamai. Menyiapkan pendidikan anak, melakukan pengawasan anak dalam bergaul itu lebih penting. Bagi anak remaja korban perceraian keluarga harus menerima keadaan dan mempersiapkan masa depan. Bagi masyarakat umum dan lembaga pemerintahan hendaknya selalu memperhatikan nilai-nilai moral dan agama, karena anak-anak remaja yang ada di lingkungannya melihat sebagai panutan dalam berperilaku, dan sikap aktif dalam mengarahkan anak remaja dalam perilaku sosial.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 03 May 2017 10:37
    Last Modified: 03 May 2017 10:37

    Actions (login required)

    View Item