INTERAKSI SOSIAL REMAJA ETNIK DAYAK DENGAN REMAJA ETNIK JAWA DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK

Hadi Wiyono, 0301513012 (2016) INTERAKSI SOSIAL REMAJA ETNIK DAYAK DENGAN REMAJA ETNIK JAWA DALAM PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (409Kb)

    Abstract

    Hubungan sosial di kalangan remaja yang berbeda etnik memunculkan interaksi-interaksi yang berupa pertemanan maupun perselisihan. Interaksi remaja antar etnik memunculkan makna-makna tersendiri sesuai pemahaman individu. Makna tersebut juga dijadikan dasar dalam memunculkan suatu sikap dan tindakan tertentu kepada remaja lain yang berbeda etnik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi sosial antara remaja etnik Dayak dan etnik Jawa dilihat dari bentuk-bentuk interaksi, pemaknaan proses interaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial serta bagaimana interaksi sosial remaja Dayak dengan remaja Jawa dilihat dari sudut Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Analisis data menggunakan analisis Interaktif model Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukan interaksi sosial yang terjadi pada remaja etnik Dayak dengan remaja etnik Jawa bersifat asosiatif dengan adanya kerjasama-kerjasama, akomodasi yang berupa toleransi dan asimilasi. Remaja Dayak memandang orang Jawa adalah orang yang baik, dan ramah, sedangkan remaja Jawa memandang orang Dayak adalah orang kasar dan keras. Hari lebaran dan Natal dimaknai sebagai hari toleransi, silaturahmi, tenggang rasa dan kebersamaan dalam keberagaman antaragama dan antaretnik. Acara kesenian Kuda Lumping dan Jonggan dimaknai sebagai sarana atau ajang bertemu dan berkumpulnya mereka dengan teman-temannya dalam suasana yang ramai dan meriah. Acara Belala’ dimaknai sebagai acara yang mengganggu dan menghambat interaksi sosial. Faktor penghambat berupa stereotip dan etnosentrisme, faktor yang mendorong berupa sikap saling menghargai dan rasa toleransi. Simpulan penelitian ini bahwa interaksi sosial yang terjadi pada remaja etnik Dayak dengan remaja etnik Jawa berlangsung secara asosiatif dan banyak dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan agama maupun tradisi-tradisi etnik. Saran, diharapkan adanya wadah yang dapat mengintensifkan interaksi sosial di antara remaja walaupun terdapat perbedaan agama maupun budaya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 03 May 2017 09:52
    Last Modified: 03 May 2017 09:52

    Actions (login required)

    View Item