INTERAKSI SOSIAL ANTAR ANAK JALANAN (Studi Etnografi Kehidupan Sosial Anak Jalanan di kawasan Simpang Lima Kota Semarang)

Eni Purwanti, 0301513001 (2016) INTERAKSI SOSIAL ANTAR ANAK JALANAN (Studi Etnografi Kehidupan Sosial Anak Jalanan di kawasan Simpang Lima Kota Semarang). Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF
Download (485Kb)

    Abstract

    Interaksi sosial antar anak jalanan terjadi karena tindakan sosial yang dilakukan yang dapat mengakibatkan konflik sosial yang berdampak pada komunitas anak jalanan maupun komunitas lain. Interaksi sosial antar anak jalanan, memerlukan penanganan dan perhatian oleh berbagai pihak. Jika dibiarkan terus menerus akan semakin jauh jarak antara anak jalanan dan masyarakat dilihat dari berbagai segi kehidupan, terutama dari segi ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian tesis ini adalah (1) untuk mengkaji konflik yang terjadi dalam Interaksi Sosial antar Anak Jalanan, (2) untuk menganalisa cara mengatasi konflik yang terjadi dalam Interaksi Sosial antar Anak Jalanan, (3) untuk menganalisa dampak Interaksi Sosial antar Anak Jalanan terhadap Tindakan Sosial yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Lokasi Penelitian di kawasan Simpang Lima kota Semarang. Informan penelitian ini adalah anak jalanan, pengunjung, dan Pembina yayasan Rumah Singgah Perlindungan Anak (RSPA) Pelanngi. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini yaitu observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini, pertama: interaksi sosial antar anak jalanan didahului dengan adanya tindakan sosial. Kedua: faktor pemicu konflik dalam interaksi sosial antar anak jalanan, yaitu perbedaan individu, perbedaan latar belakang budaya, perbedaan kepentingan. Ketiga :dampak konflik dalam interaksi sosial antar anak jalanan yaitu konflik dalam komunitas dapat merusak persatuan sedangkan konflik dengan komunitas lain dapat meningkatkan solidaritas komunitas. Keempat: interaksi sosial antar anak jalanan terbentuk karena faktor budaya dan faktor ekonomi. Penelitian ini menyarankan, (1) anak jalanan perlu belajar tentang nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, (2) Dinsospora perlu meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menangani anak jalanan dan mengurangi angka anak jalanan, dan (3) Masyarakat mau menerima kehadiran anak jalanan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial S2
    Depositing User: A.Md Angga Rizky Purwandra
    Date Deposited: 03 May 2017 09:44
    Last Modified: 03 May 2017 09:44

    Actions (login required)

    View Item